Ngupi Pai Puakhi di Bakauheni: Saat Polisi Menyapa Penumpang dengan Secangkir Kopi

IMG-20251228-WA0063

LAMPUNG SELATAN — Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Pelabuhan Bakauheni menghadirkan suasana yang berbeda. Di tengah hiruk-pikuk arus penumpang, kehadiran polisi tak lagi sekadar identik dengan peluit dan penjagaan ketat, melainkan juga senyum hangat dan secangkir kopi.

Kapolsek KSKP Bakauheni, AKP Ferdo Elfianto, memilih cara unik untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Mengendarai sepeda listrik yang dimodifikasi dengan gerobak di bagian depan, ia berkeliling dermaga membagikan kopi dan camilan gratis kepada para penumpang kapal, Sabtu (27/12/2025).

Begitu sepeda listrik itu berhenti di salah satu dermaga, penumpang pun berdatangan. Kopi panas, kopi dingin, hingga camilan ringan seperti marning jagung buatan masyarakat lokal dibagikan sambil berbincang santai. Tak ada sekat, tak ada jarak—semuanya terasa akrab.

Respons positif pun bermunculan. Khofifa (48), penumpang asal Lampung yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Merak, mengaku terkesan dengan pendekatan tersebut.

“Baru kali ini saya lihat Kapolsek keliling nawarin kopi dan snack gratis pakai sepeda listrik. Unik dan bikin suasana jadi hangat. Terima kasih pak, semoga sehat selalu,” ujarnya sambil tersenyum.

Didampingi Kanit Intel IPDA Yuyut Panca, AKP Ferdo menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan gagasan pribadi yang mengangkat kearifan lokal Lampung melalui slogan “Ngupi Pai Puakhi”, yang berarti ngopi dulu, saudara.

“Semua penumpang di sini adalah saudara kami. Polisi tidak hanya hadir untuk mengamankan, tapi juga menyapa dan melayani. Ini wujud nyata semangat Polri untuk Masyarakat,” kata AKP Ferdo.

Ia menambahkan, sepeda listrik berkonsep ramah lingkungan tersebut akan terus digunakan selama masa pengamanan Natal dan Tahun Baru. Ragam kopi dan camilan sengaja disiapkan agar sesuai dengan selera masyarakat yang beragam.

“Selain berbagi kopi, kami juga mengingatkan penumpang agar selalu berhati-hati dalam perjalanan. Semoga perjalanan mereka aman, lancar, dan penuh kesan baik,” tambahnya.

Pendekatan humanis ini menjadi bukti bahwa di tengah padatnya tugas pengamanan, Polri tetap berupaya membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. Dari dermaga Bakauheni, secangkir kopi menjadi jembatan kehangatan antara polisi dan warga—sederhana, namun membekas.(*)

 

Editor. : Bambang|BENSORINFO.COM