Bincang Literasi World Book Day 2026, BI Lampung Perkuat Literasi dan Dorong Ekonomi Syariah

Bandar Lampung|bensorinfo.com – Momentum World Book Day 2026 dimanfaatkan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Lampung dengan menggelar Bincang Literasi Mitra Media di Aula Bank Indonesia, Bandar Lampung, Rabu (06/05/2026), yang dihadiri insan pers dari berbagai media.

Kegiatan ini menghadirkan Kepala KPw BI Provinsi Lampung Bimo Epyanto dan Deputi Direktur Achmad P. Subarkah sebagai narasumber, yang memaparkan penguatan literasi sekaligus pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Lampung.

Dalam pemaparannya, Bimo Epyanto menegaskan bahwa BI memiliki perhatian besar dalam mendorong berkembangnya ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, termasuk di Lampung melalui penyelenggaraan Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) 2026.

LaSEF akan digelar pada 8–10 Mei 2026 di Lampung City Mall sebagai bagian dari Festival Ekonomi Syariah Sumatra 2026, dengan rangkaian kegiatan seperti bazar kuliner halal, business matching, pameran UMKM, talkshow, perlombaan, hingga kajian akbar.

Menurut Bimo, LaSEF tidak hanya berfokus pada penguatan ekonomi berbasis syariah, tetapi juga menanamkan nilai spiritual sebagai fondasi kehidupan masyarakat. Ia juga menekankan bahwa ekonomi syariah merupakan bagian penting dalam tatanan perekonomian nasional, sehingga masyarakat perlu semakin mengenal produk dan jasa halal beserta manfaatnya.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap adanya masukan dari masyarakat agar pengembangan ekonomi syariah dapat berjalan lebih efektif dan optimal, sekaligus memperkuat semangat bersama dalam membangun ekonomi syariah di Lampung,” ujarnya.

Sementara itu, Achmad P. Subarkah menjelaskan bahwa LaSEF bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan dirancang berkelanjutan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Ia menyebut, salah satu fokus utama LaSEF tahun ini adalah penguatan literasi wakaf produktif. Selama ini masyarakat lebih mengenal infak, sedekah, dan zakat, sementara wakaf masih perlu didorong pemahamannya.

“Tahun lalu kami melakukan literasi wakaf melalui bantuan kesehatan berupa tabung oksigen di rumah sakit. Tahun ini, program wakaf juga diarahkan pada pembangunan sumur bor agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” jelas Subarkah.

Ia menambahkan, konsep wakaf produktif diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang dibandingkan bantuan konsumtif yang bersifat sementara.

Selain itu, BI Lampung juga menitikberatkan pengembangan halal lifestyle yang memiliki potensi pasar besar, baik di sektor fesyen maupun kuliner. Tren ini dinilai terus berkembang secara global, namun masih belum optimal dimanfaatkan oleh pelaku UMKM di daerah.

Sebagai bentuk dukungan, BI Lampung memfasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM agar dapat meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar, termasuk peluang ekspor. Selain itu, BI juga mendorong sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) guna memenuhi kebutuhan tenaga bersertifikat, terutama menjelang Idul Adha.

Melalui sinergi bersama media dan masyarakat, BI Lampung berharap literasi dan ekonomi syariah dapat berkembang secara inklusif dan berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

 

Editor : Bambang.S.P|bensorinfo.com