Lampung

Pegadaian Kanwil III Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Lampung Barat

Lampung Barat  – PT Pegadaian, sebagai salah satu BUMN, menunjukkan komitmen tanggung jawab sosialnya dengan menyalurkan bantuan bagi korban banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pegadaian menyalurkan bantuan kemanusiaan guna meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

Banjir bandang yang terjadi pada Jumat malam (13/9) itu menyebabkan kerusakan di sejumlah pemukiman warga. Data sementara mencatat lima rumah hanyut terbawa arus, 80 rumah dan sepeda motor mengalami kerusakan parah akibat terendam lumpur, serta puluhan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pegadaian Bergerak Cepat

Pemimpin Wilayah Kantor Wilayah III PT Pegadaian, Novryandi, mengatakan pihaknya sigap menyalurkan bantuan sebagai wujud kepedulian.

“Kami dari keluarga besar PT Pegadaian menyampaikan rasa duka yang mendalam dan keprihatinan atas musibah banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Suoh, Lampung Barat. Peristiwa ini bukan hanya merusak rumah dan harta benda, tapi juga mengguncang kehidupan saudara-saudara kita yang terdampak. Kami hadir untuk membantu meringankan beban mereka. Dalam semangat gotong royong, kami berharap masyarakat tetap tabah dan kuat menghadapi ujian ini,” ujarnya.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa:

  • Perlengkapan tidur
  • Perlengkapan memasak
  • Perlengkapan sekolah
  • Alat penunjang kebutuhan sehari-hari lainnya

Novryandi menambahkan, bantuan tersebut diharapkan dapat didistribusikan tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi warga terdampak. Ia juga menegaskan bahwa layanan Pegadaian tetap berjalan normal pasca banjir, sehingga dapat mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap bantuan ini menjadi penguat semangat untuk segera bangkit kembali. Tidak ada yang sendirian dalam menghadapi bencana. Pegadaian akan selalu hadir dan bersinergi dengan masyarakat dalam situasi sulit sekalipun,” jelasnya.

Penyaluran Bantuan

Bantuan disalurkan oleh Tim Pegadaian Kantor Area Lampung, dipimpin oleh Ichvan Ramdhani selaku Deputy Bisnis. Penyerahan dilakukan langsung oleh Ahmad Sumarta Jaya, Pemimpin Cabang PT Pegadaian Kantor Cabang Kotabumi, bekerja sama dengan BPBD Lampung Barat serta relawan lokal.

Tentang Pegadaian

PT Pegadaian didirikan di Sukabumi, Jawa Barat, pada 1 April 1901. Tidak hanya bergerak di industri gadai, Pegadaian juga memiliki beragam produk dan layanan seperti investasi berbasis emas (Tabungan Emas, Cicil Emas, Arisan Emas), pembiayaan Haji dan Umroh, Kredit Mikro, Kredit Kendaraan, hingga KUR Syariah.

Sejak 2021, Pegadaian tergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI dan PNM untuk mendukung UMKM naik kelas. Pegadaian juga aktif menjalankan fungsi lembaga pembiayaan sosial dengan layanan keuangan inklusif.

Pada Desember 2024, Pegadaian resmi menjadi pelopor Layanan Bank Emas setelah mengantongi izin dari OJK untuk penyelenggaraan usaha bulion. Layanan ini mencakup Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, hingga perdagangan emas.

Setelah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025, Pegadaian berhasil membukukan lebih dari 1 ton transaksi Deposito Emas, membuktikan posisinya sebagai Bank Emas terpercaya.

Produk dan layanan Pegadaian dapat diakses melalui kantor cabang maupun aplikasi Pegadaian Digital yang tersedia di AppStore dan PlayStore. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui www.pegadaian.co.id.(Rls)

 

Editor : Bambang.S.P|BENSORINFO.COM

Satu Raga Satu Bunga, Novel Karya Siswa MAN 1 Bandar Lampung Penuh Makna

Bandar Lampung — Dua siswa MAN 1 Bandar Lampung, Zulfa Auliya Rahmah dan Muhammad Fazlee Mawla, berhasil menorehkan prestasi dengan melahirkan novel kolaborasi berjudul Satu Raga Satu Bunga.

Novel ini mengisahkan perjalanan dua remaja, Adiwidia Nuraga (Raga) dan Ayara Roseanna (Rose), yang dipertemukan secara tak sengaja di sebuah kereta. Pertemuan tersebut memunculkan dinamika seru antara logika dan perasaan.

Raga digambarkan sebagai sosok rasional dan logis, sering kali sulit dipahami orang lain. Sebaliknya, Rose hadir dengan kepekaan dan sudut pandang yang berbeda, yang justru mampu menyeimbangkan cara berpikir Raga.

Adegan awal ketika mereka berdiskusi tentang sebuah berita di layar kereta menjadi titik mula kedekatan. Raga dengan logika tajamnya beradu pandang dengan Rose yang menghadirkan jawaban berbeda namun tetap masuk akal. Dari sinilah hubungan mereka perlahan terjalin.

Novel ini tidak hanya menampilkan kisah romansa, tetapi juga aksi, konflik, serta pergulatan batin yang penuh kejutan. Penulis berhasil menyampaikan pesan tentang pentingnya memahami orang lain dari sudut pandang berbeda, serta bagaimana cinta dan persahabatan bisa tumbuh di tengah perbedaan.

Dengan 23 bab dan sekitar 470 halaman, Satu Raga Satu Bunga menghadirkan alur cerita yang mengalir, menyentuh, sekaligus penuh makna. Novel ini membuktikan bahwa setiap pertemuan bukanlah kebetulan, melainkan selalu punya arti tersendiri.

Diketahui, novel ini lahir dari tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia. Namun, berkat kerja keras, diskusi panjang, serta kreativitas, Zulfa dan Fazlee berhasil menyelesaikannya dalam waktu satu tahun hingga akhirnya menjadi karya berharga.(BSP)

 

Editor : BAMBANG.S.P|BENSORINFO.COM

Pangeran Nata Adiningrat Dr. R.A. Huzaifah Disambut Hangat di Lamban Gedung Kuning, Tokoh Adat Lampung Tegaskan Persaudaraan Serumpun

Bandar Lampung – Kehadiran Pangeran Nata Adiningrat, Dr. R.A. Huzaifah bin Dato’ R.H. Hashim, di Lamban Gedung Kuning mendapat sambutan hangat dari tokoh adat dan masyarakat Lampung. Acara silaturahmi yang berlangsung khidmat ini tidak hanya memperkuat ikatan budaya, tetapi juga meneguhkan persaudaraan serumpun Melayu-Lampung yang telah terjalin sejak ratusan tahun lalu.

Foto : Pangeran Nata Adiningrat, Dr. R.A. Huzaifah bin Dato’ R.H. Hashim.

Dalam pernyataan pers releasenya kepada wartawan, Pangeran Nata Adiningrat menegaskan bahwa kunjungannya ke Indonesia bukanlah hal baru, mengingat ia masih memiliki banyak ikatan darah dengan keluarga di tanah air.

“Saya sudah sering ke Indonesia karena masih banyak saudara, keluarga, dan teman di sini. Kami memang keturunan raja, tetapi saya tegaskan kami bukan raja. Hal ini harus diluruskan agar tidak menimbulkan salah paham. Kami datang sebagai bagian dari keluarga besar yang memiliki ikatan sejarah dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara,” jelasnya.

Pangeran Nata Adiningrat yang kini bertugas di Pemerintahan Negeri Malaka juga menjabat sebagai Kepala Bidang Penyelidikan pada organisasi Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), yang berpusat di Malaka dan memiliki kehadiran di 23 negara termasuk Indonesia.

Ia mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat Lampung, sekaligus bangga melihat kekayaan budaya yang masih terjaga di Lamban Gedung Kuning.

“Saya tidak menyangka sambutannya sehebat ini. Awalnya saya kira hanya silaturahmi sederhana, ternyata di sini ada cagar budaya yang sangat bernilai. Masyarakat Lampung patut bangga karena masih menjaga warisan leluhur, bukan hanya dari trah raja, tetapi juga dari semangat melestarikan budaya Islam dan Nusantara,” ungkapnya.

Foto : Sutan Raja Diraja Lampung Kanjeng Sutan Pangeran Ratu Yang Agung Irjen.Pol (Purn) Dr.H.Ike Edwin,SIK.SH.MH.

Sementara itu, Sutan Raja Diraja Lampung Kanjeng Sutan Pangeran Ratu Yang Agung Irjen.Pol (Purn) Dr.H.Ike Edwin,SIK.SH.MH menilai kedatangan tokoh Melayu dari Malaka tersebut merupakan wujud nyata persaudaraan serumpun yang telah terjalin sejak masa kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara.

“Ini adalah kebanggaan bagi kita. Melayu dan Lampung itu satu keturunan serumpun. Dulu para raja Nusantara saling menyatukan, hari ini kita melanjutkan persaudaraan itu. Kalau tidak ada adat dan budaya, kita tidak mungkin bisa bersatu. Indonesia punya Pancasila dan NKRI sebagai pemersatu, sementara adat dan budaya menjaga kita tetap bersaudara,” tegas Ike Edwin.

Sutan Raja Diraja Lampung Ike Edwin menambahkan, hubungan Lampung-Malaka memiliki akar sejarah panjang, mulai dari masa perdagangan lada, pelayaran Nusantara, hingga perjalanan para ulama yang singgah di Malaka sebelum menuju Tanah Suci.

Kedua tokoh tersebut sepakat bahwa adat dan budaya harus menjadi perekat dalam menjaga persatuan, baik di Indonesia maupun dalam lingkup yang lebih luas di Asia Tenggara.(BSP)

 

Editor : BAMBANG.S.P|BENSORINFO.COM

Ekspor Perdana El’s Coffee Lampung Tembus Pasar Hongkong, 7 Ton Kopi Dikirim

Bandar Lampung – Gubernur Lampung melalui perwakilannya, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, secara resmi melepas ekspor perdana produk kopi Lampung dengan merek El’s Coffee menuju Hongkong. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman El’s Coffee By-Pass, Jalan Soekarno Hatta, Bandar Lampung, Rabu (17/9/2025). Pada ekspor perdana ini, sebanyak 7 ton kopi Lampung dikirim ke Hongkong.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Lampung yang dibacakan Marindo, pemerintah provinsi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pelaku usaha daerah yang berhasil menembus pasar global. “Kopi Lampung memiliki cita rasa khas yang sudah diakui dunia. Dengan adanya ekspor ini, kita berharap produk kopi daerah semakin dikenal dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat serta membuka peluang bagi UMKM lainnya untuk ikut go international,” ujarnya.

Pelepasan ekspor ditandai dengan seremoni menggunting pita di depan kontainer yang akan diberangkatkan. Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Bandar Lampung, Kepala Dinas UMKM Provinsi Lampung, perwakilan Bappeda, Balai Karantina Pertanian Lampung, Kepala OJK Lampung, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Lampung, perwakilan Bank Indonesia, Bank BCA, serta salah satu pengusaha eksportir Lampung Yusuf Kohar. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bukti dukungan lintas sektor untuk memperkuat daya saing kopi Lampung di pasar internasional.

Direktur El’s Coffee, Elkana Ariel Riswan, menyampaikan komitmennya untuk menjaga kualitas dan memperluas jaringan distribusi. “Ekspor perdana 7 ton kopi Lampung ini menjadi awal untuk memperkuat brand kopi Lampung di kancah global. Kami optimis bisa menjangkau lebih banyak negara ke depan,” ungkapnya.

Dengan capaian ini, kopi Lampung semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu komoditas unggulan daerah yang mampu menjadi kebanggaan Indonesia di dunia internasional. (BSP)

 

Editor : Bambang.S.P|BENSORINFO.COM

Ketua TP. PKK Lampung Purnama Wulan Dorong Perempuan Perkuat Industri Kreatif Budaya

Bandar Lampung – Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam menghidupkan kembali seni, budaya, sekaligus memperkuat ekonomi kreatif.

Hal itu ia sampaikan saat hadir sebagai narasumber dalam program Suara Budaya Nusantara RRI Lampung dan RRI Jakarta, Senin (15/9/2025). Kehadiran Purnama Wulan juga menjadi bagian dari sosialisasi Festival Bebay Butabuh 2025 yang digelar atas kolaborasi Dewan Kesenian Lampung (DKL) dan TP. PKK Provinsi Lampung.

“Banyak karya seni lahir dari tangan perempuan, mulai dari tari, musik, kriya, kuliner hingga wastra. Perempuan Lampung ini memang harus serba bisa, termasuk mengembangkan potensi ekonomi melalui seni budaya,” ujarnya.

Menurutnya, kuliner khas seperti seruit, kerajinan tangan, hingga busana berbasis budaya merupakan bukti nyata perempuan Lampung mampu berdaya melalui kreativitas. “Kalau ke Lampung belum makan seruit, rasanya belum lengkap,” tambahnya sambil tersenyum.

Festival Bebay Butabuh 2025 akan berlangsung di Taman Budaya Lampung pada 23 Oktober mendatang, dengan peserta dari 15 kabupaten/kota se-Lampung. Pendaftaran dibuka sejak 7 September hingga 16 Oktober 2025 dan gratis untuk umum.

Purnama Wulan berharap festival ini menjadi agenda tahunan dan mampu menginspirasi perempuan Lampung untuk terus berperan dalam pembangunan. “Perempuan di bidang seni budaya ini adalah aset. Mereka bisa menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, sekaligus memperkuat identitas Lampung,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DKL, Satria Bangsawan menambahkan bahwa festival ini menjadi ruang apresiasi khusus bagi perempuan untuk tampil memainkan musik tradisional yang selama ini lebih banyak dimainkan laki-laki.

“Melalui kegiatan ini, seni dan budaya Lampung tidak hanya terjaga tapi juga berkembang. Bahkan bisa menjadi daya tarik wisatawan ketika datang ke Lampung,” jelasnya.

Baik Purnama Wulan maupun Satria Bangsawan sepakat, Festival Bebay Butabuh perlu dilanjutkan setiap tahun sebagai wahana pelestarian sekaligus pengembangan seni budaya Lampung.

 

Editor : Bambang.S.P|BENSORINFO.COM

Alzier Ingatkan Golkar Lampung: Jangan Biarkan Kepengurusan Dikuasai Segelintir Pihak

Bandar Lampung – Dinamika internal Partai Golkar Lampung pasca Musda XI yang menetapkan Hanan A. Rozak sebagai Ketua DPD periode 2025–2030 semakin menarik perhatian. Agenda penting penyusunan kepengurusan baru yang diberi tenggat waktu 30 hari menjadi sorotan, khususnya setelah muncul pernyataan tegas dari tokoh senior Golkar Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie.

Hanan A. Rozak tidak berjalan sendiri dalam menyusun kepengurusan. Ia didampingi oleh empat formatur, yaitu Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia, Ketua Golkar Pesawaran Yusak, senior DPD I Azwar Hadi, serta Alzier sendiri sebagai Ketua SOKSI Lampung.

Dalam pandangannya, Alzier menekankan bahwa kepengurusan ke depan harus bersifat inklusif dan merangkul semua elemen.
“Harapan saya, susunan pengurus nantinya dapat mengakomodir berbagai kelompok, terutama ormas pendiri Golkar seperti Kosgoro 1957, MKGR, dan SOKSI,” ujarnya, Minggu (14/9/2025).

Alzier juga memberi peringatan agar kepengurusan tidak hanya dikuasai oleh segelintir pihak yang sama.
“Golkar bukan milik pribadi atau keluarga, melainkan rumah besar yang harus memperjuangkan kepentingan rakyat,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar figur-figur yang dipilih benar-benar memiliki integritas dan komitmen terhadap partai, bukan semata mengutamakan kepentingan pribadi.
“Jika kepengurusan hanya diisi orang-orang yang mementingkan kelompoknya saja, tentu akan merugikan partai. Karena itu saya berharap kepengurusan baru benar-benar solid dan adil,” pungkasnya.

Pernyataan Alzier ini menjadi sinyal kuat agar penyusunan kepengurusan Golkar Lampung berlangsung transparan, inklusif, dan tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.(*)

 

Editor : Bambang.S.P|BENSORINFO.COM