RUPST–RUPSLB Bank Lampung Tetapkan Indra Merviana sebagai Pjs Direktur Utama, Fokus UMKM dan Kredit Produktif

Picsart_26-01-17_20-02-09-305

BANDAR LAMPUNG — Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang dirangkaikan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Lampung secara resmi menetapkan Indra Merviana sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama. Keputusan tersebut diambil dalam RUPS yang digelar di Ballroom Grand Mercure Hotel, Bandar Lampung, Kamis (15/1/2026).

Pengangkatan Indra Merviana disampaikan langsung oleh Komisaris Utama Bank Lampung, Muhammad Firsada, usai rapat pemegang saham. Ia menjelaskan, RUPS kali ini dilaksanakan dengan dua agenda utama, yakni RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa.

Dalam RUPS Tahunan, manajemen Bank Lampung memaparkan laporan kinerja sepanjang tahun buku 2025, termasuk capaian laba dan evaluasi kinerja direksi. Laporan tersebut mendapat persetujuan penuh dari para pemegang saham.

“Direksi telah menyampaikan laporan kinerja tahun buku 2025, termasuk capaian laba. Alhamdulillah, seluruh laporan diterima dan disetujui oleh pemegang saham,” ujar Firsada.

Selain laporan kinerja, manajemen juga memaparkan rencana bisnis Bank Lampung ke depan. Salah satu fokus strategis yang disepakati adalah penguatan kerja sama melalui Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Jatim, yang telah memperoleh penetapan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 24 Desember 2025 serta persetujuan pemegang saham.

Melalui skema KUB tersebut, Bank Lampung menargetkan pertumbuhan yang lebih agresif mulai 2026. Jika pada 2025 pertumbuhan kredit masih berada di bawah 5 persen, maka pada 2026 ditargetkan meningkat hingga 10 persen.

Penyaluran kredit ke depan akan diarahkan pada sektor-sektor produktif, khususnya UMKM di wilayah pedesaan dan sektor pertanian. Menurut Firsada, pergeseran komoditas petani dari singkong ke jagung dan padi membuka peluang pembiayaan yang dinilai lebih stabil, baik dari sisi risiko maupun harga.

Sementara itu, RUPS Luar Biasa membahas pengunduran diri Direktur Utama sebelumnya, Mahdi Yusuf, seiring dengan penunjukannya sebagai Direktur Legal & Compliance PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). Pengunduran diri tersebut disetujui oleh para pemegang saham.

Dalam forum yang sama, Indra Merviana yang sebelumnya menjabat Direktur Operasional ditetapkan sebagai Pjs Direktur Utama Bank Lampung terhitung sejak ditutupnya RUPS. Selanjutnya, hasil keputusan tersebut akan disampaikan kepada OJK untuk menjalani proses penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test).

Menanggapi penunjukan tersebut, Indra Merviana menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemegang saham. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa Bank Lampung lebih adaptif terhadap dinamika industri perbankan.

“Ke depan kami akan memperkuat layanan dan produk digital, serta melakukan penyesuaian struktur organisasi agar selaras dengan arah digitalisasi,” kata Indra.

Selain transformasi digital, Bank Lampung juga akan membentuk divisi khusus yang berfokus pada pengembangan UMKM dan kredit komersial, sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada sektor konsumer.

Pada 2026, Bank Lampung memperoleh kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp995 miliar dengan suku bunga 6 persen. Penyaluran KUR tersebut akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta tata kelola perusahaan yang baik.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama, melalui pelatihan analisis kredit, program pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, serta asesmen kinerja internal guna memperkuat profesionalisme dan kualitas layanan Bank Lampung.(BSP)

 

Editor : BAMBANG.S.P|bensorinfo.com