Revitalisasi Kota Tua Teluk Betung Dikebut, Pemkot Siapkan Kawasan Wisata Sejarah dan Ekonomi Rakyat
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana saat menyampaikan rencana penataan dan pengembangan kawasan Kota Tua Teluk betung Bandar Lampung
BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung semakin mematangkan langkah revitalisasi kawasan Kota Tua Teluk Betung agar kembali berperan sebagai pusat sejarah, budaya, dan pariwisata kota. Program tersebut digagas sebagai upaya pemerataan pembangunan sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi masyarakat setempat.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyampaikan bahwa penataan kawasan Kota Tua Teluk Betung akan difokuskan pada penguatan identitas sejarah yang dipadukan dengan pengembangan fasilitas wisata modern. Sejumlah ikon baru seperti tugu pagoda, monumen Al-Qur’an raksasa, serta pusat kuliner direncanakan menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
Selain itu, pemerintah kota juga menyiapkan sistem pencahayaan kawasan yang lebih memadai guna menunjang aktivitas masyarakat pada malam hari. Penataan ini diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang aman, nyaman, dan hidup hingga malam.
“Kawasan Teluk Betung akan kita jadikan destinasi wisata yang ramai dan tertata. Pusat kuliner akan dihidupkan, jalannya dibenahi, dan pencahayaan diperkuat supaya masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman,” ujar Eva Dwiana.
Tak hanya menyasar sektor pariwisata, Pemkot Bandar Lampung juga menaruh perhatian serius pada infrastruktur dasar. Sejumlah ruas jalan di kawasan Kota Tua Teluk Betung akan diperbaiki untuk meningkatkan aksesibilitas serta mendukung mobilitas warga dan wisatawan.
Menurut Eva Dwiana, Teluk Betung memiliki nilai historis yang kuat sebagai cikal bakal Kota Bandar Lampung sebelum kawasan Tanjung Karang berkembang pesat. Oleh karena itu, revitalisasi ini menjadi bagian dari upaya mengembalikan fungsi strategis Teluk Betung sebagai ikon kota.
Dalam rencana jangka menengah, pemerintah kota juga akan membangun bioskop milik daerah dengan bangunan lima lantai yang dapat dimanfaatkan masyarakat umum sebagai sarana hiburan dan penggerak ekonomi kawasan.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Bandar Lampung telah memulai pembangunan Tugu Pagoda dan Gapura Teluk Betung Town melalui kegiatan peletakan batu pertama di Jalan Ikan Bawal, Kecamatan Teluk Betung Selatan. Proyek tersebut mencakup pembangunan tugu pagoda serta empat gapura bernuansa budaya Tionghoa dan Lampung.
Eva Dwiana menegaskan, pembangunan ini bukan hanya bertujuan mempercantik kota, tetapi juga menjadi simbol kerukunan antarumat beragama dan keberagaman etnis di Bandar Lampung.
“Teluk Betung Town ini adalah lambang persatuan dan toleransi. Apa pun suku dan agamanya, kita semua adalah bagian dari Indonesia,” tegasnya.
Pemkot Bandar Lampung berharap dukungan penuh dari masyarakat, pelaku usaha, serta generasi muda agar revitalisasi Kota Tua Teluk Betung dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.
Editor : BSP |bensorinfo.com
