Perseroda Lampung Selatan Luncurkan Si Muli, Marketplace Digital Pengadaan Berbasis UMKM Lokal
Lampung Selatan|bensorinfo.com – Perseroan Daerah Lampung Selatan Maju (Perseroda) resmi meluncurkan Sistem Informasi Market Ulun Lampung Asli (Si Muli), sebuah platform marketplace digital untuk pengadaan barang dan jasa pemerintah. Peluncuran berlangsung di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Kamis (5/2/2026).
Aplikasi lokapasar berbasis e-commerce ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dalam mempercepat transformasi digital pengadaan sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal secara transparan, inklusif, dan akuntabel.
Dikembangkan Bersama Mbizmarket, Selaras Rekomendasi KPK

Si Muli dikembangkan oleh Perseroda Lampung Selatan Maju melalui kerja sama dengan PT Briliant Ecommerce Berjaya (Mbizmarket). Platform tersebut dirancang sebagai marketplace digital yang aman dan terpercaya, serta sejalan dengan prinsip tata kelola pengadaan yang direkomendasikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Peluncuran Si Muli dilakukan langsung oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, didampingi Sekretaris Daerah Supriyanto, Direktur Utama Perseroda Lampung Selatan Maju Baiquni Aka Sanjaya, Direktur PT Mbizmarket, serta jajaran Forkopimda Lampung Selatan.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis Pengelolaan E-Commerce Si Muli, sebagai bagian dari upaya percepatan implementasi sistem digital dalam proses belanja barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.
Dorong Transparansi Pengadaan dan Pemberdayaan UMKM Lokal

Direktur Utama Perseroda Lampung Selatan Maju, Baiquni Aka Sanjaya, menjelaskan bahwa kehadiran Si Muli merupakan tindak lanjut atas rekomendasi KPK agar pemerintah daerah memanfaatkan sistem elektronik dalam belanja, khususnya untuk pengadaan bernilai kecil hingga menengah.
“Si Muli dirancang untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengadaan, meminimalkan potensi praktik tidak efisien, sekaligus mengintegrasikan penguatan UMKM lokal ke dalam ekosistem belanja pemerintah,” ujar Baiquni.
Menurutnya, belanja pemerintah melalui Si Muli tidak lagi sekadar bersifat administratif, melainkan menjadi instrumen kebijakan ekonomi daerah yang berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menilai Si Muli sebagai wujud perpaduan antara identitas lokal dan inovasi teknologi dalam membangun ekonomi daerah yang modern dan berdaya saing.
“Nama Si Muli tidak hanya akronim sistem, tetapi mencerminkan identitas Ulun Lampung Asli. Hari ini kita memadukan kearifan lokal dengan digitalisasi untuk membangun ekosistem ekonomi daerah yang modern,” ujar Bupati Egi.
Ia menegaskan, Si Muli bukan sekadar toko daring, melainkan ekosistem digital yang mengintegrasikan pemasaran, inovasi, dan tata kelola pemerintahan modern.
Program Si Muli menyasar tiga kelompok utama, yakni aparatur pemerintah sebagai pelopor penggunaan produk lokal, pelaku UMKM sebagai penyedia barang dan jasa terintegrasi sistem, serta masyarakat luas yang ingin mengakses produk unggulan Ulun Lampung Asli.
Mengusung tagline “From Local to Global”, Si Muli diharapkan menjadi jembatan digital bagi UMKM Lampung Selatan untuk naik kelas, memperluas pasar, meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, serta memperkuat sistem pengadaan pemerintah yang transparan, efisien, dan akuntabel. (Kmf)
Editor : Bambang.S.P|bensorinfo.com
