Perkuat P4GN, GRANAT Lampung Fokus Tekan Permintaan dan Selamatkan Korban Narkoba
Bandar Lampung|bensorinfo.com – Peredaran dan penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman serius di Provinsi Lampung. Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan, termasuk keterlibatan aktif Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) sebagai mitra strategis pemerintah.
Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung, H. Tony Eka Candra, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) melalui pendekatan yang tidak hanya represif, tetapi juga preventif dan rehabilitatif.
Menurutnya, GRANAT bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung dan Polda Lampung terus memperkuat kolaborasi dalam menekan peredaran narkoba, terutama dengan menyasar akar persoalan, yakni tingginya permintaan di masyarakat.
“Selama masih ada permintaan, peredaran narkoba akan terus terjadi. Karena itu, edukasi dan penyadaran menjadi kunci utama,” ujarnya.
GRANAT Lampung secara konsisten menjalankan program sosialisasi, edukasi, dan pelatihan penyuluh anti-narkoba yang menyasar berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, aparatur sipil negara, hingga tokoh masyarakat. Program ini dilakukan secara terstruktur di seluruh kabupaten/kota.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta dibekali pemahaman tentang bahaya narkoba, dampak kesehatan jangka panjang, serta kemampuan mendeteksi dini gejala penyalahgunaan. Para penyuluh yang telah dilatih kemudian menjadi ujung tombak di tingkat kecamatan hingga desa.
Pendekatan berbasis komunitas ini dinilai efektif dalam menekan permintaan narkoba. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, ruang gerak pengedar dan bandar pun semakin terbatas.
Selain upaya pencegahan, GRANAT juga memberikan perhatian pada rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba. Bersama BNN Provinsi Lampung, organisasi ini melakukan pendampingan konseling hingga pasca-rehabilitasi guna membantu korban pulih dan kembali menjalani kehidupan sosial secara produktif.
“Penyalahguna adalah korban yang harus diselamatkan, bukan semata-mata dipidana. Pendekatan kemanusiaan penting agar mereka bisa pulih dan tidak kembali terjerumus,” jelasnya.
Meski demikian, Tony mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program, seperti keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, serta dukungan dari pemerintah daerah yang perlu terus diperkuat.
Namun, ia menilai sinergi antara GRANAT, aparat penegak hukum, dan masyarakat mulai menunjukkan hasil positif. Hal ini terlihat dari meningkatnya partisipasi masyarakat dalam melaporkan kasus serta kesadaran keluarga untuk mencari bantuan rehabilitasi.
Ia pun menegaskan bahwa upaya memerangi narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Ini adalah tanggung jawab bersama. Dengan kesadaran kolektif dan kerja sama yang solid, kita optimistis Lampung bisa terbebas dari ancaman narkoba,” tegasnya.(*)
Editor : Bambang.S.P|bensorinfo.com
