Lamsel Fest 2025 Pecahkan Antusias Warga, HUT ke-69 Lampung Selatan Jadi Panggung Ekonomi dan Budaya
Lampung Selatan, Kalianda — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan tahun ini berubah menjadi pesta rakyat terbesar yang pernah digelar di daerah tersebut. Selama tiga hari, Lapangan Korpri Kalianda disesaki ribuan warga yang datang untuk menikmati rangkaian acara Lamsel Fest 2025, sebuah festival yang dikemas lebih megah dan modern.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyebut Lamsel Fest edisi tahun ini memang dirancang sebagai magnet hiburan sekaligus motor penggerak ekonomi lokal. Penampilan musisi nasional setiap malam menjadi daya tarik utama yang membuat kawasan pusat kota berubah menjadi lautan manusia.
“Setiap malam kita hadirkan musisi berbeda agar masyarakat punya banyak pilihan hiburan. Mulai Silet Open Up ft. Diva Aurel, Kerispatih, Drive, sampai Aldi Taher ft. Om Abidin,” kata Egi, Jumat (14/11).
Tak hanya konser, festival ini juga memamerkan wajah Lampung Selatan dari berbagai sisi. Parade Budaya dengan peserta dari 17 kecamatan mempresentasikan kekayaan tradisi setempat, sementara Fun Run dan Expo UMKM menghadirkan energi positif yang memacu perputaran transaksi.
Dari rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah menargetkan perputaran ekonomi mencapai Rp10 miliar. Perhitungan itu berasal dari tingginya mobilitas pengunjung, transaksi UMKM, peningkatan okupansi penginapan, hingga bertambahnya kunjungan ke destinasi wisata setempat.
“Selama tiga hari, kami perkirakan 15 ribu orang datang ke festival ini. Dampaknya dirasakan semua sektor, dari UMKM sampai hotel dan restoran,” jelas Egi.
Lamsel Fest 2025 juga dijadikan momentum strategis untuk menguatkan citra pariwisata daerah. Egi menyoroti destinasi unggulan seperti deretan pantai, Goa Kelelawar Minang Rua, arena paralayang Batu Alif, hingga situs bersejarah peninggalan Jepang di Rajabasa.
Pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan konsep wisata berbasis budaya agar promosi pariwisata Lampung Selatan memiliki karakter yang kuat. Dengan mengusung tagline “The Crown of Krakatoa”, Egi berharap identitas Lampung Selatan semakin diingat publik sebagai wilayah yang berdekatan dengan Gunung Krakatau dan memiliki ikon Siger yang mendunia.
“Di usia yang ke-69 ini, kami ingin Lampung Selatan terus berkembang, masyarakatnya makin sejahtera, dan mampu memberi warna dalam pembangunan Indonesia,” tutupnya.(BSP)
Editor : BAMBANG.S.P||BENSORINFO.COM






