Lampung Buka Jalur Langsung ke Kuala Lumpur, TransNusa Terbang Perdana 12 Februari 2026
Bandar Lampung|bensorinfo.com –Pemerintah Provinsi Lampung memastikan pembukaan rute penerbangan internasional Lampung–Kuala Lumpur yang akan dilayani maskapai TransNusa mulai 12 Februari 2026. Penerbangan ini diharapkan memperkuat status Bandara Radin Inten II sebagai bandara internasional sekaligus mendorong aktivitas ekonomi daerah.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, mengatakan pembukaan rute tersebut menjadi langkah strategis agar fasilitas internasional di bandara tetap aktif dan dimanfaatkan masyarakat.
“Bandara internasional harus digunakan secara optimal. Jika tidak, ada risiko penurunan status. Karena itu penerbangan ini harus hidup dan dimanfaatkan warga,” kata Bambang di Bandarlampung.
TransNusa dijadwalkan melayani penerbangan Lampung–Kuala Lumpur dua kali sepekan, setiap Senin dan Kamis. Maskapai juga membuka layanan rute domestik Lampung–Jakarta. Dari Kuala Lumpur, penumpang dapat melanjutkan penerbangan lanjutan ke sejumlah negara, termasuk Arab Saudi melalui Jeddah.
Menurut Bambang, salah satu sektor yang akan merasakan manfaat langsung adalah jamaah umrah. Data Pemprov Lampung mencatat sekitar 24 ribu perjalanan umrah setiap tahun dari daerah tersebut, yang selama ini harus melalui kota lain seperti Jakarta atau Medan.
“Dengan rute ini, perjalanan menjadi lebih singkat dan efisien, baik dari sisi waktu maupun biaya. Masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan darat dan udara berlapis,” ujarnya.
Selain mendukung mobilitas jamaah umrah, rute internasional ini juga ditargetkan memperkuat konektivitas pekerja migran asal Lampung yang bekerja di Malaysia. Pemerintah Provinsi Lampung telah berkomunikasi dengan komunitas migran yang menginginkan penerbangan langsung ke daerah asal tanpa transit di Jakarta.
Pemprov Lampung juga menyiapkan kunjungan kerja ke Malaysia untuk memaksimalkan peluang dari pembukaan rute tersebut. Agenda yang disiapkan meliputi promosi pariwisata, penjajakan kerja sama perdagangan, serta penguatan layanan dan perlindungan bagi pekerja migran.
Dalam pengembangan rute ini, sejumlah asosiasi perjalanan menyatakan dukungan, di antaranya Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO), dan Perkumpulan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus Indonesia (PPUI). Keterlibatan pelaku usaha perjalanan diharapkan mampu menjaga tingkat keterisian penumpang agar rute berjalan berkelanjutan.
Pemprov Lampung menilai keberlangsungan penerbangan internasional tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah dan maskapai, tetapi juga partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan tersebut.
“Jika penerbangan ini terisi dan dimanfaatkan secara konsisten, maka Bandara Radin Inten II akan tetap menjadi bandara internasional yang aktif dan memberi dampak nyata bagi perekonomian daerah,” kata Bambang.(*)
Editor : Bambang.S.P|bensorinfo.com






