Jelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H, Pemkot Bandar Lampung Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi

Screenshot_20260214-205527

Bandar Lampung|bensorinfo.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar High Level Meeting (HLM) guna memperkuat sinergi pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Jumat (13/2).

Wali Kota Bandar Lampung dalam arahannya menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga inflasi tetap berada dalam rentang sasaran 2,5±1 persen. Menurutnya, stabilitas harga menjadi kunci agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang.

“Kerja sama seluruh stakeholders sangat penting dalam mengawal inflasi. InsyaAllah, apabila kita bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab, inflasi Kota Bandar Lampung dapat kita jaga tetap terkendali,” ujarnya.

Penegasan tersebut selaras dengan arahan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang mendorong pelaksanaan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah secara lebih intensif, strategis, dan tepat sasaran selama periode HBKN.

Berdasarkan paparan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandar Lampung, inflasi Januari 2026 tercatat sebesar 0,18 persen (month to month) dan 1,43 persen (year on year). Capaian tersebut dinilai sebagai awal tahun yang cukup baik untuk menjaga stabilitas harga dalam kisaran target.

Secara bulanan, komoditas yang menyumbang inflasi antara lain emas perhiasan, kangkung, bayam, serta nasi dengan lauk. Sementara itu, cabai merah dan bawang merah justru mengalami deflasi. BPS juga menegaskan bahwa karakteristik Kota Bandar Lampung sebagai kota konsumsi membuat dinamika harga makanan jadi dan komoditas konsumsi langsung masyarakat berpengaruh signifikan terhadap inflasi.

Dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap pergerakan harga komoditas global seperti jagung dan kedelai. Selain itu, komoditas hortikultura yang tahun ini relatif minim dukungan APBN perlu mendapat perhatian lebih melalui optimalisasi anggaran pemerintah daerah.

Penguatan strategi pengendalian inflasi dilakukan melalui kerangka 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Kerja Sama Antar Daerah (KAD), baik intra maupun antarprovinsi, juga didorong untuk memastikan pasokan tetap terjaga.

Pemkot Bandar Lampung dijadwalkan menggelar pasar murah di 20 kecamatan dengan total 60 titik pada 20 Februari, 3 Maret, dan 13 Maret 2026. Komoditas yang disiapkan meliputi beras premium, minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam ras. Selain itu, edukasi pengendalian inflasi kepada masyarakat akan dioptimalkan melalui pemanfaatan videotron di Bundaran Gajah.

Dari sisi ketersediaan pasokan, Perum Bulog memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah dalam kondisi aman untuk mendukung stabilitas selama Ramadan dan Idulfitri 2026. Dinas Pangan Kota Bandar Lampung juga melaporkan cadangan beras sekitar 15 ton yang siap digunakan untuk intervensi apabila diperlukan.

Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di tingkat Provinsi Lampung dan akan segera ditindaklanjuti di tingkat kota. Satgas ini bertugas memastikan harga tidak melampaui harga acuan serta menjamin keamanan dan mutu pangan di pasaran.

Pertamina memastikan ketersediaan BBM dan LPG 3 kilogram tetap aman, sedangkan jajaran Polres dan TNI siap mendukung pengamanan distribusi serta menjaga kondusivitas wilayah selama Ramadan dan Idulfitri 2026.

Menutup pertemuan, Wakil Wali Kota Bandar Lampung menegaskan bahwa meskipun kondisi inflasi relatif terkendali, langkah antisipatif seperti operasi pasar dan pasar murah tetap harus dioptimalkan. Dengan koordinasi yang solid dan kolaborasi lintas sektor, TPID Kota Bandar Lampung optimistis mampu menjaga inflasi tetap dalam sasaran dan memastikan masyarakat merasakan stabilitas harga selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.(BSP)

Sumber Berita : Bank Indonesia

Editor : Bambang.S.P|bensorinfo.com