Lampung

PT Bona Tunas Indo Benahi Sarana Penunjang Tambang, Siap Optimalkan Operasional

Tulang Bawang – Dalam rangka menunjang kelancaran operasional, PT Bona Tunas Indo mulai melakukan pembenahan sarana dan prasarana penunjang kegiatan pertambangan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen manajemen baru untuk menata kembali operasional perusahaan secara bertahap dan berkelanjutan.

Sejumlah perbaikan yang dilakukan meliputi pemasangan pipa penunjang tambang, pembangunan badan jalan, serta penyiapan armada pengangkut hasil tambang yang akan digunakan untuk pendistribusian menuju kapal tongkang. Selain itu, perusahaan juga melakukan pembersihan dan perawatan seluruh lahan di sekitar area operasional.

Juru Bicara PT Bona Tunas Indo, Aris Yusuf M, SH, MKN, mengatakan bahwa pembenahan tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan perusahaan agar dapat beroperasi secara optimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Untuk menunjang kegiatan operasional, perusahaan melakukan berbagai perbaikan dan perawatan sarana serta prasarana penunjang,” ujar Aris Yusuf.

Ia menambahkan, dengan dilakukannya pembenahan ini, diharapkan seluruh aktivitas perusahaan ke depan dapat berjalan lebih lancar, tertata, dan aman.

“Kami berharap dalam waktu dekat seluruh kegiatan dapat berjalan sesuai dengan harapan kita bersama,” tambahnya.

PT Bona Tunas Indo menegaskan kesiapannya untuk kembali menjalankan aktivitas pertambangan secara maksimal, sehingga proses eksplorasi hingga distribusi hasil tambang dapat berlangsung dengan baik dan berkelanjutan.

Melalui pembenahan sarana dan prasarana ini, perusahaan berharap keberadaannya dapat memberikan manfaat bersama, baik bagi perusahaan, pemerintah daerah, maupun masyarakat di sekitar wilayah tambang, serta menciptakan hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan.(tim-red)

 

Editor : Bambang.S.P|BENSORINFO.COM

Pegadaian Tebar Hadiah Awal Tahun, Tabungan Emas 1 Kg dan Paket Haji Plus Jadi Grand Prize

Lampung – PT Pegadaian kembali memanjakan nasabah setianya dengan mengumumkan pemenang Undian Badai Emas Periode II dan Grand Prize Tahun 2025, sebuah program apresiasi yang diikuti lebih dari 2 juta peserta dari seluruh Indonesia. Pengundian dilaksanakan di Ballroom The Gade Tower, Selasa (20/1/2026).

Pada periode ini, Pegadaian menghadirkan Grand Prize berupa Tabungan Emas seberat 1 kilogram, sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi bernilai stabil. Tak hanya itu, nasabah Pegadaian Syariah juga berkesempatan meraih Paket Haji Plus, sebagai wujud dukungan Pegadaian terhadap kemudahan ibadah ke Tanah Suci.

Pimpinan Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Novryandi, menyampaikan bahwa tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti kepercayaan nasabah terhadap produk dan layanan Pegadaian, khususnya investasi emas dan pembiayaan berbasis digital.

“Lebih dari dua juta nasabah mengikuti program ini dengan total ratusan juta kupon undian. Ini menunjukkan antusiasme sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap Pegadaian,” ujar Novryandi.

Selain hadiah utama, Pegadaian juga membagikan ratusan hadiah lain yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, mulai dari investasi, usaha, hingga gaya hidup. Untuk kategori investasi emas, Pegadaian menyiapkan emas batangan Galeri24 serta Tabungan Emas. Sementara untuk mendukung usaha nasabah, tersedia mobil niaga Gran Max dan tablet.

Di sisi lifestyle, hadiah berupa smartphone premium hingga paket wisata luar negeri turut diundi. Khusus nasabah Pegadaian Syariah, Pegadaian menyiapkan paket umroh dan Tabungan Emas untuk mendukung kebutuhan ibadah.

Seluruh proses pengundian dilakukan secara transparan dan sesuai regulasi, serta disaksikan dan disahkan oleh Kementerian Sosial, Dinas Sosial, dan Notaris. Pegadaian juga menegaskan bahwa program Badai Emas tidak dipungut biaya apa pun, dengan seluruh pajak hadiah dan biaya pengiriman ditanggung perusahaan.

Analis Kebijakan Ahli Muda Direktorat Potensi dan Sumber Daya Sosial Kementerian Sosial RI, Emmi Destiatmi, mengapresiasi pelaksanaan undian yang dinilai patuh aturan serta berkontribusi pada Dana Usaha Kesejahteraan Sosial bagi masyarakat rentan.

Melalui program Badai Emas, Pegadaian terus mendorong inklusi keuangan digital, khususnya lewat aplikasi Tring! by Pegadaian yang memungkinkan nasabah berinvestasi, memantau, dan mengelola emas secara mudah dan cepat.

“Kami ingin nasabah tidak hanya bertransaksi di outlet, tetapi juga aktif secara digital. Tring! kami rancang untuk memberi pengalaman investasi emas yang praktis dan aman,” tambah Novryandi.

Informasi lengkap mengenai program dan daftar pemenang dapat diakses melalui kanal resmi Pegadaian di situs sahabat.pegadaian.co.id dan Instagram @sahabatpegadaian.

Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.pegadaian.co.id.

Afrio Gunawan
Kabag Humas dan Protokoler
afrio.gunawan@pegadaian.co.id
62-81373850107
Aulia Oktrivianty
Staff Humas dan Protokoler

aulia.oktrivianty@pegadaian.co.id
62-85321354193.

 

 

Editir : BAMBANG.SP|BENSORINFO.COM

Tutup Tahun 2025, Inflasi Lampung 0,59 Persen, Bank Indonesia Pastikan Kondisi Ekonomi Tetap Aman

BANDAR LAMPUNG — Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Lampung pada Desember 2025 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,59 persen (month to month/mtm). Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi November 2025 yang berada di level 0,36 persen (mtm).

Meski demikian, inflasi Lampung masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,64 persen (mtm). Capaian tersebut juga berada di atas rata-rata inflasi Desember dalam tiga tahun terakhir yang sebesar 0,37 persen (mtm).

Secara tahunan, inflasi Lampung pada Desember 2025 tercatat 1,29 persen (year on year/yoy). Angka ini relatif terkendali dan masih di bawah inflasi nasional yang mencapai 2,92 persen (yoy).

Cabai Rawit hingga BBM Dorong Inflasi

Berdasarkan sumbernya, inflasi Desember 2025 terutama dipicu oleh kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau, disusul perawatan pribadi dan jasa lainnya, serta transportasi. Komoditas yang memberi andil terbesar antara lain cabai rawit, bawang putih, bawang merah, emas perhiasan, dan bensin.

Kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi oleh berakhirnya masa panen, ditambah penurunan kualitas produksi akibat curah hujan tinggi sepanjang Desember 2025. Sementara itu, harga bawang merah naik karena turunnya pasokan dari sentra produksi di Jawa Barat dan Sumatera Barat, yang terdampak serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) serta banjir.

Di sisi nonpangan, kenaikan harga emas perhiasan sejalan dengan tren naik harga emas dunia yang dipicu ketidakpastian global dan dinamika geopolitik internasional. Adapun kenaikan harga bensin dipengaruhi oleh penyesuaian harga BBM bersubsidi yang mengikuti perkembangan harga energi global sepanjang 2025.

Inflasi Tertahan Penurunan Harga Pangan

Di tengah tekanan tersebut, laju inflasi Desember 2025 tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas, seperti tomat, salak, terong, dan sabun mandi, serta turunnya tarif angkutan sungai, danau, dan penyeberangan.

Penurunan harga komoditas hortikultura didukung oleh terjaganya pasokan pada musim panen di beberapa sentra produksi lokal. Sementara itu, penurunan tarif angkutan penyeberangan dipengaruhi oleh pemberian diskon tarif penumpang dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

Prospek Inflasi Tetap Terkendali

Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung memprakirakan inflasi Lampung akan tetap terjaga dalam sasaran inflasi 2,5 ±1 persen (yoy).

Namun demikian, terdapat sejumlah risiko yang perlu diwaspadai. Dari sisi inflasi inti, tekanan berpotensi muncul akibat peningkatan permintaan masyarakat, dampak penyesuaian Upah Minimum Provinsi (UMP), meningkatnya mobilitas saat Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, serta berlanjutnya kenaikan harga emas dunia.

Dari sisi inflasi bahan makanan bergejolak (volatile food), risiko datang dari tingginya curah hujan dan potensi banjir, yang dapat mengganggu panen dan distribusi pangan. Kondisi ini sejalan dengan prediksi BMKG dan sejumlah pusat iklim dunia yang memperkirakan La Nina lemah berlanjut hingga awal 2026.

Sementara itu, dari kelompok harga yang diatur pemerintah (administered prices), risiko dapat berasal dari kenaikan harga minyak dunia akibat tensi geopolitik Timur Tengah serta potensi penyesuaian tarif angkutan darat dan udara pada periode libur panjang.

Strategi 4K Jaga Stabilitas Harga

Untuk menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung terus memperkuat strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Langkah yang ditempuh antara lain operasi pasar beras/SPHP, perluasan Toko Pengendalian Inflasi, penguatan kerja sama antar daerah, perbaikan infrastruktur jalan distribusi pangan, hingga optimalisasi komunikasi publik melalui media digital.

Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga inflasi Lampung tetap terkendali sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi ke depan.(*)

 

Editor : BAMBANG.S.P|BENSORINFO.COM

Ketua SMSI Lampung Minta Jatanras Polda Hentikan Proses Hukum terhadap Christian Verrel

Bandar Lampung | bensorinfo.com — Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lampung, Donny Irawan, meminta Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung menghentikan proses hukum terhadap Christian Verrel Suyanartha, yang saat ini berstatus terlapor dalam kasus yang dinilai memiliki substansi peristiwa yang sama dengan perkara yang telah lebih dahulu ditangani Polsek Tanjungkarang Timur.

Donny menegaskan, Christian Verrel Suyanartha merupakan korban dalam peristiwa yang terjadi di Perumahan Bumi Asri, Kecamatan Tanjungkarang Timur, pada 16 Desember 2025. Peristiwa tersebut telah lebih dulu dilaporkan dan diproses oleh Polsek Tanjungkarang Timur.

Namun, di tengah proses hukum yang sedang berjalan di tingkat Polsek, pihak terlapor Handi Sutanto justru melayangkan laporan balik terhadap Christian Verrel Suyanartha ke Polda Lampung. Laporan balik tersebut kini ditangani Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung.

Sementara itu, Handi Sutanto sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana penganiayaan oleh Polsek Tanjungkarang Timur berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/277/XII/2025/SPKT/Polsek TKT tertanggal 16 Desember 2025.

Penetapan tersangka tersebut diperkuat dengan Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/57/XII/2025/Reskrim, hasil gelar perkara pada 9 Januari 2026, serta Surat Penetapan Tersangka Nomor: S.Tap/01/I/2025/Reskrim tertanggal 9 Januari 2026.

“Christian Verrel Suyanartha adalah korban. Kasus ini sudah ditangani Polsek Tanjungkarang Timur. Jika substansi perkaranya sama, maka tidak semestinya ada proses hukum lain yang berjalan di Polda Lampung,” tegas Donny dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026).

Menurut Donny, penanganan laporan balik dengan objek perkara, waktu kejadian, lokasi, serta para pihak yang sama berpotensi menimbulkan tumpang tindih penanganan perkara dan mencederai asas kepastian hukum serta rasa keadilan bagi korban.

Ia menjelaskan, prinsip ne bis in idem sebagaimana diatur dalam Pasal 76 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) menegaskan bahwa seseorang tidak boleh dituntut dua kali atas perbuatan pidana yang sama.

Selain itu, Donny juga menyoroti regulasi internal Polri, yakni Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana serta Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 tentang Kode Etik Profesi Polri, yang pada prinsipnya menegaskan bahwa satu peristiwa pidana hanya boleh ditangani oleh satu kesatuan penyidik.

“Polri adalah satu institusi. Seharusnya menjunjung tinggi koordinasi, profesionalisme, dan kepastian hukum. Jangan sampai terjadi proses hukum ganda terhadap satu peristiwa pidana yang sama,” ujarnya.

Donny juga mengingatkan agar penegakan hukum tidak berujung pada kriminalisasi terhadap korban. Ia secara tegas meminta Subdit III Jatanras Polda Lampung menghentikan proses hukum terhadap Christian Verrel Suyanartha dan mengedepankan penanganan perkara yang telah lebih dahulu berjalan di Polsek Tanjungkarang Timur.

Selain itu, ia mendorong dilakukannya evaluasi internal dan gelar perkara guna memastikan seluruh proses hukum berjalan sesuai prosedur serta tidak merugikan pihak korban.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Subdit III Jatanras Polda Lampung belum memberikan keterangan resmi terkait proses penyelidikan yang tengah berjalan, meskipun telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.(*)

 

Editor : Bambang.S.P

Putra Sang Fajar Alzier Sosok Kontroversial Menang di Pemilihan Gubernur Lampung, Kalahkan Oemarsono- Sjahroeddin,ZP

Bandar Lampung – Di Yogyakarta, pada tanggal 8 November 1957, lahirlah seorang anak lelaki yang kelak akan dikenal dengan nama Alzier Dianis Thabranie. Seperti fajar yang menyingsing dari ufuk timur, ia tumbuh dalam keluarga yang sarat dengan denyut politik dan pemerintahan

Sementara saudaranya, Prof. DR. Sapta Nirwandar, S.E kelak menempati kursi Wakil Menteri Pariwisata Indonesia. Sebelumnya Sapta dikenal sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Kelautan dan Perikanan, dan pernah menduduki jabatan Dirjen Pemasaran Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dari rumah yang penuh percakapan tentang kekuasaan dan tanggung jawab, Alzier belajar bahwa politik bukan sekadar panggung, melainkan jalan panjang penuh liku.

Sejak masa kuliah di Universitas Timbul Nusantara, ia sudah menampakkan diri sebagai sosok yang vokal dan Kontroversial.

Kata-katanya tajam, keberaniannya menyalakan bara. Ia bukan sekadar mahasiswa, melainkan api kecil yang menyala di tengah arus besar.

Setelah lulus, ia memilih jalan yang sama dengan ayahnya, terjun ke dunia organisasi dan politik.

Awalnya Alzier merupakan Wakil Bendahara Partai Golkar Lampung, setelahnya ia berlabuh di PDI Perjuangan, namun Alzier tetaplah Alzier, tetap menjadi sosok kontroversial yang selalu memiliki visi besar yang tidak bisa dibendung oleh kekuatan apapun.

Gelombang dinamika membuatnya meninggalkan PDI Perjuangan karena tidak sejalan dengan Presiden Megawati Soekarnoputri Putri yang merupakan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan kala itu.

Alzier memutuskan untuk kembali masuk ke Partai Golkar Lampung.

Dari sana, ia menanjak, menjadi Ketua DPD Golkar Lampung, dan menjelma menjadi arsitek kejayaan partai di tanah Sai Bumi Ruwa Jurai.

Di bawah kepemimpinannya, Golkar Lampung meraih masa keemasan:

*Pemilu 1999: 13 kursi DPRD Lampung.

*Pemilu 2004: puncak kejayaan, 16 kursi, bahkan menempatkan kader sebagai Ketua DPRD. Bahkan Alzier Dianis Thabrani menjadi satu-satunya sosok di Lampung yang memimpin partai Golkar selama 3 periode. Tentu karena kepiawaiannya dalam memimpin partai sulit digantikan.

Namun, seperti matahari yang perlahan meredup, setelah masa kepemimpinannya, suara Golkar menurun.

Sejarah pun mencatat pengaruh Alzier adalah mercusuar yang pernah menerangi politik Lampung.

Impian terbesar Alzier adalah menjadi Gubernur Lampung. Berkali-kali ia mencoba menapaki jalan itu: 2002, 2008, 2014, hingga 2018. Namun langkahnya selalu terhenti di gerbang pusat. Jakarta, dengan segala intrik dan kepentingan, kerap menjegalnya. Basis massa yang kuat di Lampung tak cukup untuk menembus tembok elite partai.

Maka, ia pun dikenal sebagai tokoh yang selalu melawan arus, Sang Putra Fajar yang sinarnya kerap ditutup awan politik.

Alzier adalah sosok keras, vokal, kharismatik. Ia berani menyuarakan pandangan, meski kadang menimbulkan resistensi. Ia bukan politisi yang sekadar mengikuti arus, melainkan batu karang yang menantang ombak.

Di luar politik, ia tetap hadir di tengah masyarakat. Ia menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Kadin Lampung dan juga didaulat menjadi Dewan Kehormatan KONI Lampung. Membuktikan bahwa perjuangan tak hanya di panggung kekuasaan, tetapi juga di ruang publik yang lebih luas.

Warisan politiknya tak bisa dihapus:

Ia adalah arsitek kejayaan Golkar Lampung pascareformasi.

– Ia membuktikan bahwa tokoh lokal mampu membangun basis politik yang kokoh.

– Meski tak pernah duduk di kursi gubernur, pengaruhnya tetap besar. Sejarah bahkan mencatat bahwa pada periode 2003–2008, ia adalah gubernur terpilih yang kemenangannya disabotase oleh tangan-tangan besar, saat itu ia mengalahkan Gubernur Oemarsono dan Komjen Pol Pur. Sjahroeddin ZA Pagar Alam

– Ia konsisten berjuang lebih dari dua dekade, menjadikan politik sebagai jalan hidup.

Lampung harus berbangga memiliki putra seperti Alzier, seorang yang berintegritas, mapan, mumpuni. Ia adalah cermin bagi calon pemimpin masa depan, teladan bahwa keberanian melawan arus adalah bagian dari perjuangan.

Tidak lupa, Alzier merupakan tokoh Pendiri Kabupaten Pesawaran yang berhasil memekarkan diri dari Lampung Selatan 2007 yang lalu. Kala itu Alzier menggalang kekuatan agar Pesawaran bisa berdiri sendiri, Ia didaulat menjadi Ketua Umum Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Pesawaran.

Dan seperti fajar yang selalu kembali setiap pagi, nama Alzier akan terus dikenang. Bukan karena kursi yang pernah didudukinya, melainkan karena keberanian yang ia wariskan: keberanian untuk bersuara, keberanian untuk melawan, keberanian untuk tetap berdiri tegak meski badai politik berulang kali mencoba meruntuhkannya.(*)

 

Sumber, LampungTime.com

OJK Lampung Dorong Mahasiswa Melek Investasi Lewat Sosialisasi dan Pembukaan Rekening Saham di Kota Metro

Metro, Lampung — Upaya meningkatkan kualitas literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda kembali digencarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung. Berkolaborasi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Metro, perguruan tinggi, serta Bursa Efek Indonesia, OJK menggelar kegiatan Sosialisasi Literasi dan Inklusi Keuangan serta Pembukaan Rekening Saham bagi mahasiswa di Kota Metro.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung Program Inklusi Keuangan Nasional sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai calon motor penggerak ekonomi daerah.

Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wali Kota Metro Bambang Imam Santoso; Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Bani Ispriyanto; serta Deputi Direktur Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Keuangan Daerah OJK Lampung, Ety Elyati. Turut hadir perwakilan Bursa Efek Indonesia, pelaku industri keuangan, serta mahasiswa dari Unisla, Universitas Muhammadiyah Metro, dan UIN Jurai Siwo Lampung.

Dalam sambutannya, Bani Ispriyanto menekankan bahwa literasi keuangan merupakan fondasi utama untuk mencapai target inklusi keuangan Lampung. “Provinsi Lampung menargetkan inklusi keuangan 85,5 persen pada 2025 dan 97,2 persen pada 2045. Edukasi seperti ini sangat penting agar mahasiswa memahami manfaat dan risiko pasar saham. Pembukaan rekening saham harus berlanjut dengan pendampingan dan edukasi jangka panjang,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ety Elyati dari OJK Lampung menambahkan bahwa mahasiswa adalah kelompok paling adaptif terhadap layanan keuangan digital. Ia mengingatkan pentingnya memahami instrumen investasi secara benar untuk menghindari penawaran ilegal. “Pasar modal menawarkan potensi besar untuk investasi jangka panjang, namun juga memiliki risiko. Kami ingin mahasiswa mampu mengambil keputusan keuangan yang bijak dan bertanggung jawab,” jelasnya. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan setiap layanan keuangan yang digunakan sudah berizin OJK.

Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Imam Santoso menyampaikan apresiasi terhadap majunya dunia pendidikan di daerahnya. Menurutnya, Kota Metro kini menjadi salah satu destinasi pendidikan unggulan di Lampung. “Mayoritas mahasiswa yang kuliah di Metro berasal dari luar daerah. Ini memperkuat posisi Metro sebagai kota pendidikan. Dengan visi kota cerdas berbasis jasa dan budaya religius, kami terus mendorong terciptanya ekosistem belajar yang berkualitas,” ungkapnya.

OJK Provinsi Lampung menilai kegiatan ini sebagai bentuk komitmen nyata TPAKD Kota Metro dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan industri keuangan diharapkan mampu memperkuat pemahaman generasi muda terhadap pasar modal sekaligus mendorong kemandirian finansial di masa depan.(*)

 

Editor : BAMBANG.S.P|BENSORINFO.COM