SE2026 Digital, BPS Andalkan Data Akurat untuk Arah Kebijakan

Picsart_26-04-22_00-41-02-570

Foto : Ilustrasi

Jakarta|bensorinfo.com — Badan Pusat Statistik (BPS) terus mematangkan persiapan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) sebagai upaya menghadirkan data ekonomi yang akurat dan mutakhir di tengah perubahan lanskap usaha yang kian dinamis.

‎Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting dalam menyediakan gambaran menyeluruh mengenai kondisi dunia usaha di Indonesia. Data tersebut diperlukan sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran, baik di tingkat nasional maupun tingkat daerah.

SE2026 akan mencakup seluruh aktivitas usaha non-pertanian, termasuk sektor perdagangan, industri, jasa, hingga ekonomi digital yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pendataan dirancang lebih modern dengan pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan kualitas dan efisiensi proses pengumpulan data.

‎Selain itu, BPS juga memperkuat koordinasi lintas sektor dengan kementerian, pemerintah daerah, serta pelaku usaha. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan cakupan sensus lebih luas dan representatif terhadap kondisi riil di lapangan.

‎Pengamat ekonomi, Asrian Hendi Caya, peneliti dari Pusat Studi dan Informasi Pembangunan (Pusiban Institute), menilai bahwa pembaruan data melalui Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) merupakan kebutuhan yang mendesak. Hal ini mengingat kondisi ekonomi pascapandemi mengalami banyak perubahan, baik dari sisi kinerja maupun struktur, sehingga membentuk pola baru dalam permintaan dan penawaran.

Di antaranya adalah meningkatnya peran teknologi dan digitalisasi, yang turut mengubah wajah bisnis mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

‎Hasil diharapkan mampu memberikan potret utuh struktur ekonomi nasional, termasuk distribusi usaha, kontribusi sektor, serta potensi pengembangan di berbagai wilayah. Data tersebut akan menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan strategis, peningkatan investasi, dan penguatan daya saing ekonomi nasional.

‎BPS mengimbau para pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar dan lengkap. Keterlibatan responden dinilai menjadi faktor kunci dalam menghasilkan data yang berkualitas.

‎Dengan pendekatan yang lebih adaptif dan berbasis teknologi, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pendataan, tetapi juga fondasi penting dalam mendorong transformasi ekonomi Indonesia menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (BSP)

 

Editor : Bambang.S.P|bensorinfo.com