Lampung Perkuat Ketahanan Energi, Potensi Surya dan Panas Bumi Jadi Andalan Masa Depan
BANDAR LAMPUNG, BENSORINFO.COM – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat strategi ketahanan energi dengan menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi sekaligus mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).
Kebijakan tersebut menjadi langkah penting untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi masyarakat serta mengurangi kerentanan daerah terhadap dinamika pasokan dan ketidakpastian energi global.
Gubernur Lampung, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansah, dalam apel mingguan di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (24/8/2026), menegaskan bahwa ketersediaan energi bersubsidi tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
Pemprov Lampung secara berkala memantau distribusi BBM dan LPG untuk memastikan kebutuhan rumah tangga, transportasi, serta kegiatan ekonomi masyarakat tetap terpenuhi.
Data hingga 31 Juli 2026 menunjukkan bahwa penyaluran sejumlah komoditas energi bersubsidi telah melampaui alokasi proporsional yang ditetapkan untuk periode berjalan.
Penyaluran LPG 3 kilogram tercatat mencapai 145.765 metrik ton dari kuota 219.740 metrik ton. Capaian tersebut setara dengan 66 persen dari kuota, tetapi telah mencapai 115,99 persen dari alokasi proporsional.
Pada komoditas Pertalite, realisasi penyaluran mencapai 418.296 kiloliter dari kuota 695.210 kiloliter atau sekitar 60,2 persen. Sementara itu, realisasi Biosolar mencapai 490.544 kiloliter dari kuota 790.961 kiloliter atau sekitar 62 persen.
Jika dibandingkan dengan alokasi proporsional, penyaluran Pertalite telah mencapai 103,59 persen, sedangkan Biosolar mencapai 106,78 persen.
Angka tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam menyusun langkah pengamanan pasokan energi hingga akhir tahun.
Tambahan Kuota Disiapkan untuk Mengantisipasi Lonjakan Permintaan
Menghadapi tren konsumsi tersebut, Pemprov Lampung menyiapkan langkah penambahan kuota BBM bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga penghujung 2026.
Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur menyampaikan bahwa kondisi pasokan BBM dan LPG bersubsidi secara keseluruhan masih aman dan terkendali. Namun, pemerintah daerah tetap perlu mengantisipasi kemungkinan peningkatan kebutuhan pada triwulan IV.
Langkah antisipasi ini diharapkan dapat menjaga distribusi energi agar tetap berjalan dengan baik, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada BBM bersubsidi untuk aktivitas sehari-hari.
Di sisi lain, masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan akibat kekhawatiran terhadap ketersediaan pasokan. Penggunaan energi secara bijak dan sesuai peruntukan dinilai penting agar distribusi dapat berlangsung lebih merata.
Pengawasan terhadap penyaluran juga menjadi bagian penting untuk memastikan komoditas bersubsidi benar-benar dimanfaatkan oleh kelompok masyarakat yang berhak.
Energi Surya Berpeluang Besar Dikembangkan di Lampung
Selain menjaga stabilitas pasokan energi konvensional, Lampung memiliki peluang besar untuk mengembangkan sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam sambutan Gubernur, potensi energi baru dan terbarukan di Lampung mencapai 124.486 megawatt (MW). Energi surya menjadi sumber dengan potensi terbesar, yakni 121.480 MW, disusul panas bumi sebesar 1.758 MW dan energi angin sebesar 1.137 MW.
Meski potensinya besar, pemanfaatan EBT yang disebutkan dalam data tersebut baru mencapai sekitar 501,8 MW. Artinya, pengembangan energi terbarukan masih memiliki ruang yang luas, baik melalui investasi, pembangunan infrastruktur, maupun pemanfaatan teknologi energi bersih.
Capaian bauran energi terbarukan Lampung juga menunjukkan perkembangan positif. Pada 2025, persentasenya mencapai 36,89 persen, melampaui target Rencana Umum Energi Daerah (RUED) sebesar 36 persen.
Pemprov Lampung selanjutnya menargetkan bauran energi terbarukan mencapai 47 persen pada 2050.
Pencapaian target tersebut membutuhkan perencanaan jangka panjang, dukungan investasi, serta sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.
Eksplorasi Migas hingga Hidrogen Hijau
Penguatan ketahanan energi Lampung juga diarahkan pada pengembangan sumber daya energi lainnya, termasuk minyak dan gas bumi serta panas bumi.
Di sektor migas, upaya pengembangan mencakup Wilayah Kerja Air Komering di Kabupaten Way Kanan dan Survei Sistemik Sumatera Selatan Area 1 yang meliputi sejumlah wilayah di Lampung, yakni Lampung Tengah, Lampung Timur, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan Way Kanan.
Adapun potensi panas bumi dikembangkan melalui sejumlah wilayah kerja, antara lain Danau Ranau, Sekincau Selatan, Way Panas, Way Ratai, dan Rajabasa.
Salah satu arah pengembangan yang menarik perhatian adalah rencana proyek percontohan hidrogen hijau atau green hydrogen di Way Panas. Teknologi ini berpotensi menjadi bagian dari diversifikasi sumber energi bersih untuk mendukung kebutuhan masa depan.
Pengembangan berbagai sumber energi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pasokan, tetapi juga membuka peluang investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemprov Lampung menilai ketahanan energi harus dibangun melalui dua langkah yang berjalan beriringan: menjamin ketersediaan energi untuk kebutuhan masyarakat saat ini dan mengembangkan sumber energi alternatif untuk jangka panjang.
Dengan optimalisasi potensi daerah dan pengelolaan yang terarah, Lampung diharapkan mampu memperkuat kemandirian energi sekaligus berkontribusi pada transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan. (*)
BENSORINFO.COM
Tag: Lampung, Pemprov Lampung, Ketahanan Energi, BBM Subsidi, LPG 3 Kg, Energi Surya, Panas Bumi, Energi Terbarukan
