Kasdam XXI/Radin Inten Hadiri Latihan Kesiapsiagaan Penanggulangan Gempa Megathrust Kogabwilhan I 2026

IMG-20260419-WA0101

Bengkulu|bensorinfo.com – Kepala Staf Kodam (Kasdam) XXI/Radin Inten, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., menghadiri Latihan Kesiapsiagaan Operasional (LKO) Penanggulangan Bencana Alam gempa bumi megathrust yang diselenggarakan oleh Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, Sabtu (18/04/2026).

 

Kegiatan berlangsung di kawasan Pantai MD Land Tapak Paderi, Kelurahan Kebun Keling, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu.

Latihan dipimpin langsung oleh Pangkogabwilhan I, Kunto Arief Wibowo, dan dihadiri sejumlah pejabat TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait. Turut hadir di antaranya Kaskogabwilhan I Laksda TNI Amrin Rosihan Hendrotomo, Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Danrem 041/Gamas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, serta Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi.

Selain itu, kegiatan juga melibatkan unsur Forkopimda, Basarnas, BPBD, BMKG, Orari, satuan pendidikan, serta relawan kebencanaan.

Keterlibatan Unsur Gabungan

Latihan ini melibatkan berbagai unsur, antara lain:

  • 1 SSK Korem 041/Gamas dan Kodim 0407/Kota Bengkulu
  • 1 SSK Yonif 144/JY
  • 1 SSK Lanal Bengkulu
  • 1 SSK Polri (Brimob, Polair, Sabhara)
  • 1 SSK Satpol PP Provinsi Bengkulu
  • 1 SSK BPBD dan Basarnas
  • 1 SSK Linmas
  • 1 SSK Pramuka/Saka Bahari
  • 1 SSK pelajar dan masyarakat

Rangkaian Kegiatan Latihan

Latihan diawali dengan paparan mitigasi bencana melalui media audiovisual, dilanjutkan dengan penyampaian early warning sebagai simulasi kondisi awal gempa.

Selanjutnya, BPBD menetapkan status darurat bencana dan membentuk posko, diikuti survei serta pendataan wilayah terdampak.

Tim gabungan kemudian melaksanakan:

  • Triage korban dan pertolongan pertama (MFR)
  • Evakuasi korban dari bangunan terdampak
  • Operasi water rescue dan penanganan korban tertimbun
  • Pendataan korban di posko serta pelaporan situasi

Simulasi juga mencakup gempa susulan yang memicu pergerakan pasukan ke titik kumpul sementara serta pembersihan akses jalan menggunakan alat berat.

Kegiatan dilanjutkan dengan:

  • Evakuasi lanjutan warga terdampak
  • Pelayanan kesehatan darurat
  • Penanganan gangguan kamtibmas seperti penjarahan
  • Trauma healing di lokasi pengungsian
  • Distribusi logistik
  • Evakuasi udara menggunakan helikopter
  • Perkuat Sinergi dan Kesiapsiagaan

Latihan ini merupakan simulasi terpadu penanganan bencana yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait. Tujuannya untuk memastikan kesiapan seluruh elemen dalam menghadapi potensi bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Selain itu, latihan ini memiliki nilai strategis dalam menyempurnakan sistem penanggulangan bencana, baik di tingkat nasional maupun daerah. Kesiapsiagaan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan personel, tetapi juga keselarasan prosedur, kejelasan rantai komando, serta dukungan sarana dan prasarana.

Simulasi dimulai dari apel gelar pasukan hingga pergerakan cepat ke lokasi evakuasi. Unsur laut, darat, dan udara diintegrasikan secara maksimal, dengan dukungan kapal evakuasi di pesisir pantai, helikopter untuk jalur udara, serta penggunaan drone untuk pemantauan situasi.

Melalui latihan ini, diharapkan tercipta sinergi yang solid antarinstansi dalam menghadapi potensi bencana besar seperti gempa megathrust, sehingga mampu meminimalisir korban jiwa maupun kerugian material.(*)

 

Editor : Bambang.S P|bensorinfo.com