Said Agil Bahas Tantangan Pendidikan Al-Qur’an di Seminar STIT Pringsewu
Pringsewu|bensorinfo.com – STIT Pringsewu menggelar seminar pendidikan berbasis Al-Qur’an bertajuk “Urgensitas dan Tantangan” di kampus setempat, Minggu (17/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan cendekiawan muslim nasional Said Agil Husin Al Munawar sebagai narasumber utama.
Seminar berlangsung antusias dan diikuti dosen serta staf akademik STIT Pringsewu. Hadir dalam kegiatan itu Pembina Yayasan Startect Dr. H. Fauzi, Ketua STIT Pringsewu Iis Maisaroh, M.Pd., Al-Hafizoh, serta Direktur Pascasarjana STIT Pringsewu Dr. Salamun, M.Pd.I.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen STIT Pringsewu dalam memperkuat budaya akademik yang berlandaskan nilai-nilai keislaman di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin kompleks.
Seminar digelar usai rangkaian Haflah Akhirussanah di Pondok Bukit Rajawali, Podomoro, Kecamatan Pringsewu.
Dalam sambutannya, Dr. H. Fauzi menegaskan pendidikan Islam harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pondasi utama pendidikan.
“Pendidikan berbasis Al-Qur’an harus menjadi kekuatan dalam membangun generasi yang cerdas, berakhlak, dan mampu menghadapi tantangan global. Kemajuan zaman tidak boleh membuat dunia pendidikan kehilangan arah dan nilai,” ujarnya.
Ia berharap STIT Pringsewu terus berkembang menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul, inovatif, dan tetap menjaga ruh keislaman dalam setiap proses akademik.
Sementara itu, Ketua STIT Pringsewu Iis Maisaroh mengatakan pendidikan berbasis Al-Qur’an harus menjadi pondasi dalam membentuk generasi yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki karakter dan spiritualitas yang kuat.
“Pendidikan hari ini tidak cukup hanya mencetak peserta didik yang cerdas secara akademik, tetapi juga harus mampu membentuk adab, moral, dan spiritualitas. Nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi ruh dalam seluruh proses pendidikan,” katanya.
Dalam paparannya, Said Agil Husin Al Munawar menilai tantangan terbesar dunia pendidikan saat ini bukan hanya kemajuan teknologi, melainkan juga krisis nilai dan karakter di tengah masyarakat.
“Al-Qur’an bukan sekadar dibaca dan dihafal, tetapi harus menjadi pedoman hidup serta landasan dalam membangun sistem pendidikan. Pendidikan Islam harus mampu melahirkan manusia yang berilmu, beradab, dan memiliki kepedulian terhadap kemanusiaan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran dosen dan tenaga pendidik dalam menghadapi era digital yang sarat tantangan moral dan budaya.
Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat peradaban yang berakhlakul karimah, bukan justru menjauhkan manusia dari nilai-nilai ketuhanan.
Seminar berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan refleksi mengenai implementasi pendidikan berbasis Al-Qur’an di lingkungan perguruan tinggi. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Melalui seminar tersebut, STIT Pringsewu berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berkarakter dalam melahirkan insan akademik berintegritas berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.(*)
Editor : Bambang.S.P|bensorinfo.com
