FORBISDA 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Pengusaha Muda, HIPMI Lampung Gandeng OJK Perkuat Literasi Keuangan

Bandar Lampung|bensorinfo.com — Semangat kolaborasi dan penguatan ekonomi daerah terasa dalam kegiatan Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) 2026 yang digelar Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Lampung di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Senin (11/05/2026).

Forum yang diinisiasi BPD HIPMI Lampung tersebut menjadi wadah strategis mempertemukan pengusaha muda, pelaku UMKM, komunitas bisnis, hingga unsur pemerintah dan lembaga jasa keuangan dalam memperkuat jejaring usaha serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan itu dihadiri Ketua Umum BPD HIPMI Lampung periode 2025–2028, Gilang Ramadhan bersama jajaran pengurus HIPMI Lampung. Hadir pula perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung dari unsur Bappeda, Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol. A.F. Indra Napitupulu, serta perwakilan Otoritas Jasa Keuangan.

Dalam forum tersebut, OJK menjadi salah satu fokus utama pembahasan melalui pemaparan Dwi Krisno Yudi Pramono terkait pentingnya literasi keuangan dan perlindungan konsumen di tengah perkembangan ekonomi digital.

Ketua Pelaksana FORBISDA 2026, Arienaldo Rahman, mengatakan forum bisnis daerah ini bukan sekadar ruang diskusi, tetapi juga sarana mempertemukan ide, inovasi, dan peluang kolaborasi antar pengusaha muda di Lampung.

“FORBISDA menjadi momentum memperkuat konektivitas bisnis sekaligus membangun semangat kolaborasi lintas sektor. HIPMI Lampung ingin hadir sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang adaptif dan mampu bersaing,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Lampung, Gilang Ramadhan, menegaskan pentingnya sinergi antara pengusaha, pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga jasa keuangan dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif.

Menurutnya, tantangan dunia usaha saat ini menuntut pengusaha muda untuk lebih inovatif, memahami tata kelola usaha yang baik, serta cerdas dalam pengelolaan keuangan di era digitalisasi ekonomi.

“Kami ingin pengusaha muda Lampung tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga memiliki pemahaman kuat terhadap tata kelola usaha yang sehat, transparan, dan berkelanjutan,” kata Gilang.

Pada kesempatan itu, Dwi Krisno Yudi Pramono dari OJK menekankan bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem usaha yang sehat dan terpercaya.

Ia menjelaskan, OJK terus mendorong edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar semakin memahami produk dan layanan jasa keuangan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga berbagai bentuk kejahatan keuangan digital.

“OJK hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga mitra strategis masyarakat dan pelaku usaha dalam menciptakan sektor jasa keuangan yang aman, sehat, dan inklusif,” ujarnya.

Selain sesi edukasi, forum tersebut juga menghadirkan diskusi interaktif mengenai akses pembiayaan UMKM, digitalisasi layanan keuangan, serta tantangan pengusaha muda dalam memperoleh modal usaha.

Kehadiran Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol. A.F. Indra Napitupulu turut memperkuat pesan mengenai pentingnya stabilitas keamanan dan kondusivitas daerah sebagai faktor pendukung pertumbuhan investasi dan dunia usaha di Provinsi Lampung.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan yang diikuti pengusaha muda dari berbagai kabupaten dan kota di Lampung. Sesi seminar, networking bisnis, hingga diskusi kolaboratif berlangsung aktif dan dinamis.

Melalui FORBISDA 2026, HIPMI Lampung berharap terbangun sinergi nyata antara pengusaha muda, pemerintah, dan lembaga strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.(*)

 

Editor : Bambang.S.P|bensorinfo.com