Lampung Selatan Masuk 12 Besar Nasional SDGs, Debut Gemilang di I-SIM 2025 di Era Egi–Syaiful

IMG-20260126-WA0138

LAMSEL, Kalianda – Kabupaten Lampung Selatan kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati Muhammad Syaiful Anwar, Lampung Selatan berhasil menembus peringkat 12 besar nasional dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui ajang Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) 2025.

Dalam ajang bergengsi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan meraih skor 41,80 dan memperoleh predikat “The Exciter”, sebuah kategori yang diberikan kepada daerah dengan kinerja progresif dan akseleratif dalam implementasi indikator SDGs di tingkat kabupaten se-Indonesia.

Program I-SIM 2025 diikuti oleh 105 kabupaten dari total 415 kabupaten di seluruh Indonesia. Lampung Selatan mencatatkan capaian istimewa dengan tingkat pengisian data indikator SDGs mencapai 100 persen, serta mengusung program unggulan “Tangguh Bersama Menuju Sejahtera” sebagai model pembangunan berkelanjutan daerah.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas selaku koordinator pelaksanaan SDGs Indonesia, bekerja sama dengan PT Surveyor Indonesia melalui program I-SIM for Cities. Tema yang diangkat tahun ini adalah “Inovasi Pangan dan Gizi: Peningkatan Kualitas SDM, Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, dan Penurunan Kemiskinan.”

Capaian tersebut semakin bermakna karena menjadi partisipasi perdana Kabupaten Lampung Selatan dalam ajang SDGs Action Awards, namun mampu langsung menembus jajaran daerah berprestasi secara nasional.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari kerja kolaboratif seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan.

“Keberhasilan ini adalah buah dari kerja bersama. Saya mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif, dengan prinsip no one left behind,” ujar Bupati Egi, Minggu (25/1/2026).

Ia menegaskan bahwa pencapaian SDGs tidak semata diukur dari peringkat dan angka statistik, melainkan harus diwujudkan melalui kebijakan dan program nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pembangunan berkelanjutan harus memberi manfaat riil bagi masyarakat dan lingkungan. Bukan sekadar capaian administratif, tetapi hadir dalam bentuk program yang meningkatkan kesejahteraan dan menjaga kelestarian alam,” tegasnya.

Penghargaan I-SIM 2025 ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor di Kabupaten Lampung Selatan, sekaligus memacu percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (Kmf)

 

Editor : Bambang.S.P|BENSORINFO.COM