Seminar Ulama Internasional di Lampung Tegaskan Peran Strategis Dakwah Moderat untuk Perdamaian Dunia
Bandar Lampung|bensorinfo.com – Yayasan Darul Fattah Lampung kembali menunjukkan kiprahnya dalam penguatan nilai-nilai keislaman yang moderat melalui penyelenggaraan Seminar Ulama Internasional bertema “Peran Ulama dalam Perdamaian Dunia Bersumber dari Al-Qur’an”. Kegiatan yang digelar di Hotel Emersia, Sabtu (25/4/2026), diikuti sekitar 200 peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, tokoh agama, hingga organisasi kemasyarakatan.
Seminar dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, setelah sambutan dari Ketua Yayasan Darul Fattah, K.H. Aryasin. Forum ini menghadirkan enam akademisi asal Mesir yang dipimpin Prof. Majdi Ahmad Hamid Thantowi, memberikan perspektif global terkait kontribusi ulama dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
Dalam pemaparannya, Deputi IV Kemenko PMK, Warsito, menegaskan bahwa ulama memiliki posisi strategis di tengah dinamika global yang terus berkembang.
“Ulama bukan hanya pewaris misi kenabian, tetapi juga pemimpin moral dan agen transformasi sosial. Mereka membawa nilai Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas ulama agar dakwah yang disampaikan tetap relevan dengan tantangan zaman—moderat, kontekstual, solutif, serta berpihak pada kemaslahatan publik. Menurutnya, pendekatan ini menjadi kunci dalam menangkal ekstremisme sekaligus memperkuat harmoni sosial.
Warsito juga menyinggung kebijakan nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023 sebagai fondasi dalam membangun kehidupan beragama yang inklusif dan damai di Indonesia.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jihan Nurlela memberikan apresiasi terhadap perkembangan Yayasan Darul Fattah yang dinilai progresif. Ia menyebut, yayasan tersebut telah mengelola berbagai lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, serta mengembangkan layanan KBIUH dengan jumlah jamaah lebih dari 20.000 orang.
Pemprov Lampung, lanjutnya, siap mendukung rencana kerja sama internasional yang tengah dijajaki, khususnya dengan mitra dari Mesir, baik di bidang pendidikan, ekonomi, maupun pariwisata.
Seminar ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran ulama sebagai penjaga nilai-nilai perdamaian, sekaligus mempertegas wajah Islam yang moderat dan solutif di tengah tantangan global.(BSP)
Editor : Bambang.S.P|bensorinfo.com
