Ribuan Jamaah Larut dalam Haru, PPTQ Al-Husna Bukit Rajawali Wisuda 140 Hafizh Al-Qur’an

Pringsewu|bensorinfo.com – Ribuan jamaah memadati lingkungan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Al-Husna Bukit Rajawali, Pringsewu, Minggu (17/5/2026). Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti rangkaian acara Haul Masyayikh, Khotmil Kutub, dan Wisuda Hifzhil Qur’an kategori 1–30 juz yang digelar PPTQ Al-Husna Bukit Rajawali bersama PPM Baitul Qur’an.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penghormatan terhadap warisan keilmuan para ulama sekaligus peneguhan komitmen pesantren dalam mencetak generasi penjaga Kalamullah. Hadir dalam acara itu para kiai sepuh, ulama kharismatik dari berbagai daerah di Lampung, tokoh masyarakat, alumni, hingga wali santri.

Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan gema sholawat yang berkumandang menambah kekhusyukan suasana. Sejumlah wali santri tampak menitikkan air mata haru saat menyaksikan putra-putri mereka diwisuda sebagai penghafal Al-Qur’an.

Pendiri sekaligus Pengasuh PPTQ Al-Husna Bukit Rajawali, Assoc. Prof. Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., Al-Hafizh, menjelaskan penggunaan istilah “wisuda” di lingkungan pesantren yang dipimpinnya memiliki makna spiritual mendalam.

“Kami tidak menggunakan istilah akhirussanah, melainkan wisuda. Karena wisuda merupakan lambang legalitas dan tanggung jawab mulia yang kini dipikul oleh para hafizh dan hafizhah. Wisuda bukan tanda selesainya hafalan, tetapi tanda bahwa mereka resmi mendaftar sebagai Ahlullah di muka bumi,” tegasnya.

Pada wisuda Al-Qur’an ke-IX tahun ini, PPTQ Al-Husna Bukit Rajawali meluluskan 140 santri dengan rincian:

Kategori 1 juz: 66 santri

Kategori 5 juz: 34 santri

Kategori 10 juz: 14 santri

Kategori 15 juz: 7 santri

Kategori 20 juz: 7 santri

Kategori 30 juz: 12 santri

Prosesi wisuda berlangsung haru. Para santri berjalan menuju panggung kehormatan dengan penuh takzim diiringi doa para guru. Tangis bahagia pecah dari para orang tua ketika nama anak-anak mereka dipanggil sebagai penjaga Al-Qur’an.

Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi PPTQ Al-Husna Bukit Rajawali dalam membangun tradisi tahfizh yang kokoh, sistematis, dan berkesinambungan.

Acara semakin khidmat dengan tausiyah ilmiah yang disampaikan Prof. Dr. KH. Said Agil Husein Al-Munawar, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam mauizhotul hasanahnya, ia menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup yang senantiasa relevan menjawab persoalan umat manusia.

“Keberadaan para penghafal Al-Qur’an adalah cahaya bagi umat dan bangsa. Generasi yang dekat dengan Al-Qur’an akan memiliki kekuatan spiritual, keluasan ilmu, serta keteguhan moral dalam menghadapi dinamika zaman,” ujarnya.

Sebelum tausiyah ditutup, Gus Abid Muaffan membacakan sanad hafalan Al-Qur’an Assoc. Prof. Dr. KH. Abdul Hamid yang bersambung dari Prof. Dr. KH. Rois Abdillah dan Hajjah Luqmananati Adnan hingga Rasulullah SAW.

Sehari sebelumnya, Sabtu (16/5/2026), lembaga pendidikan formal di bawah naungan pesantren, yakni SMP Qur’an Al-Hamidy dan SMA Plus Al-Hamidy, juga menggelar pelepasan siswa bertajuk “Jati Diri”.

Mengusung tema “Al-Hamidy Sinar Abadi, Tempat Tumbuh Jiwa dan Jati Diri”, kegiatan itu diikuti 31 siswa kelas IX dan 24 siswa kelas XII. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak saat para siswa menyampaikan sungkem serta ucapan terima kasih kepada para guru atas bimbingan selama menempuh pendidikan di pesantren.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PPTQ Al-Husna Bukit Rajawali kembali menegaskan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya mencetak generasi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk insan berakhlak mulia dan berkarakter untuk masa depan umat.(*)

 

Editor : Bambang.S.P|bensorinfo.com