Akhlak Rasulullah sebagai Kompas Moral di Era Digital
Foto : Bambang.S.Prasetya
Akhlak Rasulullah sebagai Kompas Moral di Era Digital
Oleh: Bambang.S.Prasetya
Pimpinan Redaksi bensorinfo.com
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial untuk mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi menjadi momentum untuk kembali memahami dan mengamalkan keteladanan beliau, termasuk dalam menghadapi perkembangan teknologi dan era digital.
Al-Qur’an menegaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan suri teladan yang baik bagi umat manusia. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 21:
“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu…”
Keteladanan tersebut sangat relevan di tengah pesatnya perkembangan digital. Kemudahan memperoleh dan menyebarkan informasi harus diimbangi dengan kejujuran, tanggung jawab, kesantunan, dan kehati-hatian.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(HR. Ahmad)
Hadis tersebut mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menggeser nilai-nilai akhlak. Media sosial hendaknya digunakan untuk menyebarkan kebaikan, mempererat silaturahmi, berbagi informasi yang bermanfaat, serta membangun persatuan, bukan menjadi ruang untuk fitnah, penghinaan, ujaran kebencian, maupun penyebaran informasi yang belum terbukti kebenarannya.
Al-Qur’an juga memberikan pedoman dalam QS. Al-Hujurat ayat 6 :
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat [49]: 6).
agar setiap informasi yang diterima diperiksa terlebih dahulu sebelum disampaikan kepada orang lain. Prinsip tabayyun ini menjadi sangat penting di era digital ketika informasi dapat menyebar hanya dalam hitungan detik.
Karena itu, Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk membangun akhlak digital. Setiap jempol, tulisan, komentar, foto, video, dan informasi yang kita sebarkan hendaknya dipertanggungjawabkan secara moral.
Kecanggihan teknologi seharusnya membuat manusia semakin bijaksana, bukan semakin mudah menyakiti sesama. Semangat meneladani Rasulullah SAW harus hadir bukan hanya di masjid dan majelis ilmu, tetapi juga di ruang digital.
Dengan menjadikan akhlak Rasulullah sebagai kompas moral, kita dapat menghadirkan ruang digital yang lebih sehat, santun, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Maulid Nabi bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi momentum untuk menghadirkan keteladanan beliau dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam menggunakan teknologi dan bermedia digital.(BSP)
Editor : Bambang.S.P|bensorinfo.com
