Pelindo Panjang Gandeng BNN Lampung, Perkuat Komitmen Lingkungan Kerja Bebas Narkoba
Babdar Lampung|bensorinfo.com — Keselamatan kerja tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas dan kepatuhan terhadap prosedur, tetapi juga oleh kondisi serta kesadaran setiap pekerja. Berangkat dari hal tersebut, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui edukasi dan penanaman komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif.
Kegiatan sosialisasi bahaya narkoba yang digelar pada Kamis (15/10/2026) tersebut bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung. Program ini menjadi bagian dari langkah preventif perusahaan untuk meningkatkan pemahaman pekerja mengenai risiko penyalahgunaan narkotika, baik terhadap kesehatan maupun keselamatan dan kelancaran operasional kepelabuhanan.
Kegiatan dipimpin langsung oleh General Manager Pelindo Regional 2 Panjang, Hardianto, didampingi para pimpinan anak perusahaan di lingkungan Pelindo Regional 2 Panjang Group. Sosialisasi juga diikuti Senior Manager HSSE Regional 2, Frida Ervina Sitorus, secara daring melalui Zoom, dengan menghadirkan Penyuluh Narkoba BNN Provinsi Lampung, Fatah Z Af Awi, sebagai narasumber.
Dalam arahannya, Hardianto menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba merupakan bagian penting dari upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, dan mampu menjalankan tanggung jawab pekerjaan secara profesional.
Menurutnya, kesadaran terhadap bahaya narkoba harus tumbuh dari setiap individu karena dampaknya tidak berhenti pada pengguna, tetapi juga dapat memengaruhi keluarga, rekan kerja, hingga keberlangsungan aktivitas perusahaan.
“Perusahaan berkomitmen untuk terus membangun lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif. Kesadaran terhadap bahaya narkoba harus tumbuh dari diri setiap pekerja karena dampaknya tidak hanya merugikan individu, tetapi juga dapat memengaruhi keluarga, rekan kerja, dan keberlangsungan operasional perusahaan. Oleh karena itu, edukasi dan pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Hardianto.
Sementara itu, Fatah Z Af Awi memaparkan berbagai risiko penyalahgunaan narkoba, mulai dari dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental, kehidupan sosial, hingga potensi gangguan terhadap keselamatan serta profesionalisme di tempat kerja.
Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan dan keterlibatan seluruh unsur perusahaan dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai bahaya narkoba perlu diikuti dengan kesadaran dan tanggung jawab bersama agar tercipta lingkungan kerja yang aman dan produktif.
Aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan atau Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Penguatan kesadaran pekerja terhadap bahaya narkoba dinilai sejalan dengan upaya membangun kedisiplinan, meningkatkan tanggung jawab, serta menempatkan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap aktivitas kerja.
Sebagai bentuk keseriusan terhadap upaya pencegahan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama insan Pelindo Regional 2 Panjang untuk mewujudkan lingkungan kerja bebas narkoba. Seluruh peserta yang hadir mengikuti penandatanganan tersebut, sebelum acara ditutup dengan diskusi dan sesi tanya jawab.
Pelindo Regional 2 Panjang menyatakan akan terus memperkuat budaya keselamatan dan kepatuhan melalui program edukasi, sosialisasi, serta langkah-langkah pencegahan yang melibatkan pihak terkait, termasuk BNN.
Melalui upaya tersebut, perusahaan berharap kesadaran antinarkoba tidak hanya menjadi komitmen tertulis, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari setiap pekerja. Lingkungan kerja yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba diharapkan dapat mendukung layanan kepelabuhanan yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Editor : Bambang.S.P|bensorinfo.com
