BI dan TPID Lampung Perkuat Strategi 4K untuk Kendalikan Inflasi
Bandarlampung|bensorinfo.com – Menyikapi perkembangan inflasi Maret 2026 serta meningkatnya risiko global dan domestik, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung terus memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Dalam aspek keterjangkauan harga, Bank Indonesia dan TPID akan melaksanakan operasi pasar beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara terarah. Selain itu, penguatan monitoring harga dan pasokan komoditas strategis seperti beras, cabai, bawang, daging sapi, serta daging dan telur ayam ras juga terus dilakukan, termasuk mengantisipasi dampak kenaikan biaya distribusi akibat volatilitas energi global.
Pada aspek ketersediaan pasokan, langkah yang ditempuh antara lain memperluas implementasi Toko Pengendalian Inflasi di wilayah Indeks Harga Konsumen (IHK) maupun non-IHK. Kerja sama antar daerah (KAD), baik antarprovinsi maupun intraprovinsi, juga diperkuat untuk menjaga pasokan komoditas yang mengalami defisit atau berisiko defisit.
Selain itu, koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ditingkatkan guna mempercepat program swasembada pangan di Provinsi Lampung. Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi lahan, penggunaan varietas unggul, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan tepat sasaran. Penguatan data pasokan juga menjadi fokus untuk meningkatkan efektivitas pemantauan ketersediaan pangan.
Sementara itu, dalam aspek kelancaran distribusi, TPID Lampung mengantisipasi potensi kenaikan biaya logistik akibat fluktuasi harga BBM global. Perbaikan infrastruktur jalur distribusi pangan terus dilanjutkan, disertai penguatan implementasi Mobil Transportasi Operasi Pasar (TOP) serta dukungan Subsidi Ongkos Angkut (SOA) yang melibatkan OPD dan Bulog.
Adapun dalam aspek komunikasi efektif, TPID secara rutin menggelar rapat koordinasi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota guna menjaga kewaspadaan terhadap dinamika harga dan pasokan. Upaya menjaga ekspektasi inflasi juga dilakukan melalui komunikasi publik yang konsisten di tengah ketidakpastian global.
Selain itu, penguatan sistem informasi neraca pangan melalui integrasi data yang akurat dan terkini terus dilakukan guna mendukung pengambilan kebijakan yang tepat. Pemanfaatan media digital juga dioptimalkan untuk menyampaikan informasi terkini terkait perkembangan inflasi di Provinsi Lampung.
Bank Indonesia bersama TPID Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas harga dan memastikan inflasi tetap berada dalam rentang sasaran yang telah ditetapkan.(*)
Editor : Bambang.S.P|bensorinfo.com
