Pemprov Lampung Siapkan BRT ITERA sebagai Model Transportasi Publik Modern

IMG-20260204-WA0143(1)

Lampung Selatan|bensorinfo.com — Pemerintah Provinsi Lampung mendorong pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) di kawasan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) sebagai proyek percontohan transformasi transportasi publik di daerah tersebut. Skema ini diharapkan menjadi langkah awal membangun sistem angkutan massal yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Komitmen itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk BRT ITERA untuk Transportasi Lampung Maju di Gedung C ITERA, Rabu (4/2/2026).

Marindo mengatakan, forum diskusi tersebut menjadi ruang strategis dalam merumuskan kebijakan berbasis bukti dengan melibatkan pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan.

“Forum ini menjadi ruang strategis perumusan kebijakan berbasis bukti yang mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, serta pemangku kepentingan dalam satu ekosistem pemikiran yang konstruktif,” ujarnya.

Ia mengapresiasi peran ITERA sebagai mitra strategis pemerintah daerah, baik dalam pengembangan sumber daya manusia maupun penyusunan solusi kebijakan publik yang inovatif dan aplikatif.

Menurut Marindo, transportasi publik merupakan instrumen penting dalam transformasi wilayah karena berkaitan langsung dengan produktivitas ekonomi, efisiensi logistik, mobilitas tenaga kerja, hingga pengendalian emisi dan pencapaian target pembangunan berkelanjutan.

Sebagai gerbang utama Pulau Sumatera, Lampung dinilai membutuhkan sistem transportasi yang andal dan terintegrasi untuk meningkatkan daya saing daerah. Tanpa intervensi kebijakan yang terstruktur, ketergantungan pada kendaraan pribadi berpotensi menimbulkan kemacetan, peningkatan biaya sosial, dan degradasi lingkungan.

“Pengembangan angkutan massal perkotaan yang modern, terjangkau, dan ramah lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis,” kata dia.

Ia menambahkan, BRT ITERA dapat diposisikan sebagai model implementasi sistem BRT di Lampung. Proyek ini dinilai memiliki nilai strategis karena menghubungkan kawasan pendidikan, permukiman, dan pusat aktivitas ekonomi, sekaligus membuka ruang integrasi riset dan inovasi teknologi transportasi.

Pengembangan BRT tersebut, lanjutnya, tidak hanya menyangkut armada dan koridor, tetapi juga perencanaan rute berbasis data, kelembagaan pengelola, skema pembiayaan berkelanjutan, serta penerimaan sosial masyarakat.

Program ini sejalan dengan visi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang berkeadilan dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Melalui FGD tersebut, Pemprov Lampung berharap memperoleh rekomendasi teknis terkait kelayakan BRT ITERA, integrasi dengan sistem transportasi yang telah ada, skema pendanaan, hingga keberlanjutan operasional dan peran perguruan tinggi dalam riset serta evaluasi kebijakan.

Rencana awal operasional BRT akan diuji coba pada rute Mall Boemi Kedaton–ITERA untuk melayani mahasiswa, dosen, dan civitas akademika. Pengembangan rute selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat apabila implementasi tahap awal berjalan efektif.

Pada kesempatan yang sama, Rektor ITERA Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha menyatakan kesiapan kampus dalam mengelola BRT yang diamanahkan melalui hibah pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Ia berharap hasil FGD dapat menjadi rujukan awal penyusunan kebijakan transportasi publik di Lampung secara lebih luas menuju sistem yang inklusif, efisien, dan ramah lingkungan.(BSP)

 

Editor : Bambang.S.P|bensorinfo.com