Perkuat Swasembada Pangan, Pemprov Lampung Gandeng PT Sang Hyang Seri Kembangkan Perbenihan

IMG-20260210-WA0335

Bandar Lampung|bensorinfo.com –  Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat langkah menuju swasembada pangan nasional melalui penjajakan kolaborasi strategis dengan PT Sang Hyang Seri (SHS). Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan perbenihan padi, jagung, dan kedelai guna mendukung program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto.

Pembahasan kolaborasi tersebut mengemuka dalam rapat strategis yang dipimpin Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Selasa (10/2/2026).

Direktur Utama PT Sang Hyang Seri, Adhi Cahyono Nugroho, menjelaskan bahwa perusahaan kini telah bertransformasi dengan memusatkan bisnis sepenuhnya pada sektor perbenihan. SHS meninggalkan lini usaha beras dan pupuk untuk memperkuat peran sebagai produsen benih nasional.

Saat ini, SHS memiliki 42 pabrik benih yang tersebar di Indonesia serta pusat perbenihan nasional seluas 3.200 hektare di Sukamandi, Subang. Lampung dinilai sebagai wilayah strategis dan berpotensi menjadi basis produksi perbenihan ke depan.

“Kami berkomitmen fokus penuh di perbenihan. Lampung memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra produksi,” ujar Adhi.

Ia menambahkan, SHS mendorong penguatan petani penangkar melalui skema offtake dengan pembayaran maksimal satu hari setelah panen serta harga pembelian Rp300 hingga Rp500 per kilogram di atas harga pasar. Skema tersebut dinilai mampu meningkatkan minat dan kesejahteraan petani penangkar.

Selain padi, SHS juga menargetkan pengembangan benih jagung dengan produktivitas hingga 10 ton per hektare serta penguatan benih kedelai melalui kolaborasi dengan pemulia dan lembaga riset. Perusahaan juga membuka peluang pemanfaatan aset idle di Nambahrejo, Lampung Tengah, berupa fasilitas riset dan mesin perbenihan yang dapat dikolaborasikan dengan BUMD.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyambut positif rencana investasi tersebut. Ia menegaskan kesiapan Pemprov Lampung mendukung pengembangan penangkaran dan pembangunan pabrik benih di daerah.

Menurutnya, Lampung menargetkan penguatan posisi sebagai lumbung pangan nasional. Salah satu tantangan utama selama ini adalah ketersediaan benih unggul yang memadai untuk meningkatkan produktivitas.

“Jika SHS berinvestasi dan mengembangkan penangkaran serta pabrik benih di Lampung, ini menjadi peluang besar bagi peningkatan produksi dan kesejahteraan petani,” kata Gubernur.

Ia juga mendorong agar pengembangan perbenihan diarahkan ke wilayah-wilayah potensial seperti IP3 Trimurjo, Pringsewu, dan Tanggamus yang memiliki produktivitas tinggi.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, menyampaikan bahwa kehadiran SHS selaras dengan visi pembangunan pertanian daerah dan agenda swasembada pangan nasional.

Lampung, kata dia, merupakan provinsi agraris dengan sekitar 28 persen struktur ekonominya ditopang sektor pertanian. Pada 2025, produksi padi Lampung tercatat surplus sekitar 3,5 juta ton gabah kering giling. Untuk komoditas jagung, Lampung berkontribusi sekitar 8 persen terhadap produksi nasional dan masuk lima besar nasional.

“Ke depan, kita ingin meningkatkan kembali produksi dan produktivitas. Dukungan SHS di bidang perbenihan diharapkan memperkuat basis produksi pertanian Lampung,” ujarnya.

Rapat tersebut menjadi langkah awal perumusan skema kerja sama yang lebih teknis dan terintegrasi guna memperkuat ekosistem perbenihan di Provinsi Lampung serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.(BSP)

 

Editor : Bambang.S.P|bensorinfo.com